in

Kutipan Romantis BJ. Habibie untuk Ainun yang Pasti Bikin Hati Wanita Meleleh

Mantan Presiden RI, BJ Habibie hadir pada pelantikan Presiden dan Wapres terpilih periode 2009-2014, dalam Sidang Paripurna MPR, di Jakarta, Selasa (20/10). VIVAnews/Tri Saputro

Nama sosok BJ. Habibie tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Kisah cintanya bikin banyak istri mendambakan perlakuan seperti beliau pada Ainun, atau ingin seperti istri mantan orang nomor satu di Indonesia itu. Ya, bukan cuma Habibie, sosok Ainun bagaikan istri ideal yang bisa lembut dan tegar di saat bersamaan. Hingga saat ini, begitu banyak orang yang mengidolakan pasangan ini setelah nonton film yang mengisahkan tentang mereka.

Barangkali Hasri Ainun Habibie telah lebih dulu dipanggil yang Maha Kuasa. Namun, kisah cinta Habibie pada sang istri tak pernah memudar. Bahkan, setelah wafatnya Ainun, hubungan romantis mereka justru makin diperbincangkan masyarakat luas. Mungkin salah satu penyebabnya adalah rilisnya film Habibie dan Ainun. Tak hanya itu, namun ada beberapa quote inspiratif dan juga romantis yang diluncurkan oleh BJ. Habibie.

“Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu, tapi masa depan adalah milik kita”

Habibie mengutarakan perasaannya pada Ainun di atas becak. Sebuah lamaran yang sederhana. Memang, saat itu begitu banyak lelaki yang mengincar Ainun untuk diperistri. Kenyataan tersebut sempat membuat Habibie goyang.

Habibi Ainun [image source]
Namun setelah meluruskan niat, ia kembali memperjuangkan cintanya. Habibie pun nekat menyampaikan niat suci tersebut pada Ainun. Dan beruntung, tangan Habibie bersambut karena Ainun pun luluh padanya. Keteguhan Habibie ini bikin banyak wanita yakin, masih ada pria baik dan gentle yang nantinya bisa membuat mereka merasa aman dan tenang untuk menyerahkan masa depan mereka dalam biduk rumah tangga.

“Saya diciptakan untuk Ainun. Ainun diciptakan untuk saya”

Mungkin kutipan ini terkesan sederhana. Namun, sedari dulu Habibie begitu yakin jika Ainun adalah jodoh abadinya. Mungkin hal ini bisa menjadi cermin bagi kita. Sebelum memilih pasangan, pertama haruslah yakin dulu bahwa dia adalah orang yang ditakdirkan untuk kita.

Mantan Presiden RI, BJ Habibie dan istri [image source]

Jangan biarkan ragu menghalangi niat. Karena salah satu bentuk kegagalan adalah rasa gentar untuk melangkah ke depan. Nah ini nih yang bisa dipelajari lelaki dan perempuan. Bahwa menemukan jodoh itu tidak perlu ribet. Kalau sudah yakin, katakan. Kalau sudah sepakat, jadikan.

“Antara saya dan Ainun adalah dua raga, tapi satu jiwa”

Mantan presiden BJ. Habibie menikahi perempuan bernama Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962. Setelah pernikahan tersebut, Habibie mengajak sang istri pergi ke Jerman untuk melanjutkan sekolah penerbangannya. Rumah tangga mereka pun dimulai. Memang, tak melulu suka yang mereka rasa, kehidupan mereka tidak mudah

BJ Habibie [image source]
Namun, pasangan Habibie dan Ainun menjalaninya bersama, hingga akhirnya meraih bahagia. Jadi suami atau istri, takdir kita nantinya akan menghabiskan sisa usia bersama. Di sinilah yang namanya kesetiaan itu bukan cuma diuji, tapi juga akan dipelajari.

“Cinta tak berupa tatapan satu sama lain, tapi memandang ke luar bersama, ke arah yang sama”

Sejak menikah dan memutuskan untuk mengikuti Habibie ke Jerman, tak pernah sekalipun Ainun meninggalkan sang suami. Begitu pula sebaliknya. Mereka saling mengasihi meski banyak rintangan yang menerjang biduk rumah tangga.

Habibie Ainun [image source]
Di saat Habibie tengah mengejar study S3 nya, Ainun tetap tinggal dan mengurusi kebutuhan di rumah, juga merawat anak. Kekompakan inilah yang dimaksud dengan memandang keluar bersama. Banyak yang menganggap rumah tangga itu nantinya bagai komitmen yang mengekang, padahal ketika bersama mestinya banyak kesempatan untuk berkembang.

“Kamu jangan pernah takut untuk kehilangan saya, karena kita adalah satu”

Quote di atas rupanya bukan hanya sekadar kata. Sebab, figur Habibie memang selalu membuktikan kesetiaannya. Rumah tangganya bersama Ainun terus awet meski tak sedikit kerikil tajam yang mereka lewati.

Habibie [image source]
Besarnya cobaan, jika dilalui bersama dan rasa cinta. Tentu tak ada bantu sandungan yang tak mampu dilewati. Tapi kebersamaan suatu ketika akan ketemu titik perpisahannya juga. Ainun dipanggil Yang Kuasa dan Habibie tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Meski waktu terus berlalu, wanita di hatinya hanya ada Ainun seorang.

Habibie cuma ada satu-satunya di dunia ini. Barangkali, kita tidak akan sanggup meniru kepintarannya atau kisah cintanya yang terkesan hanya ada 1 banding seribu di muka bumi. Tapi kutipan di atas juga bukan untuk gombalan semata. Kalau sudah menjalani hidup ini dengan sang belahan jiwa, mungkin kita akan mengerti bahwa jalan hidup ini adalah sekumpulan benih jerih payah yang membawa ke jalan yang indah.

Written by Nikmatus Solikha

Leave a Reply

Kisah Asli Saeki House, Rumah Berhantu Tempat Tinggal Ju-On

Yang Xinhai, Pembunuh 67 Orang karena Kesal Diputusin Pacar