Nama sosok BJ. Habibie tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Kisah cintanya bikin banyak istri mendambakan perlakuan seperti beliau pada Ainun, atau ingin seperti istri mantan orang nomor satu di Indonesia itu. Ya, bukan cuma Habibie, sosok Ainun bagaikan istri ideal yang bisa lembut dan tegar di saat bersamaan. Hingga saat ini, begitu banyak orang yang mengidolakan pasangan ini setelah nonton film yang mengisahkan tentang mereka.
Barangkali Hasri Ainun Habibie telah lebih dulu dipanggil yang Maha Kuasa. Namun, kisah cinta Habibie pada sang istri tak pernah memudar. Bahkan, setelah wafatnya Ainun, hubungan romantis mereka justru makin diperbincangkan masyarakat luas. Mungkin salah satu penyebabnya adalah rilisnya film Habibie dan Ainun. Tak hanya itu, namun ada beberapa quote inspiratif dan juga romantis yang diluncurkan oleh BJ. Habibie.
“Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu, tapi masa depan adalah milik kita”
Habibie mengutarakan perasaannya pada Ainun di atas becak. Sebuah lamaran yang sederhana. Memang, saat itu begitu banyak lelaki yang mengincar Ainun untuk diperistri. Kenyataan tersebut sempat membuat Habibie goyang.
“Saya diciptakan untuk Ainun. Ainun diciptakan untuk saya”
Mungkin kutipan ini terkesan sederhana. Namun, sedari dulu Habibie begitu yakin jika Ainun adalah jodoh abadinya. Mungkin hal ini bisa menjadi cermin bagi kita. Sebelum memilih pasangan, pertama haruslah yakin dulu bahwa dia adalah orang yang ditakdirkan untuk kita.
“Antara saya dan Ainun adalah dua raga, tapi satu jiwa”
Mantan presiden BJ. Habibie menikahi perempuan bernama Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962. Setelah pernikahan tersebut, Habibie mengajak sang istri pergi ke Jerman untuk melanjutkan sekolah penerbangannya. Rumah tangga mereka pun dimulai. Memang, tak melulu suka yang mereka rasa, kehidupan mereka tidak mudah
“Cinta tak berupa tatapan satu sama lain, tapi memandang ke luar bersama, ke arah yang sama”
Sejak menikah dan memutuskan untuk mengikuti Habibie ke Jerman, tak pernah sekalipun Ainun meninggalkan sang suami. Begitu pula sebaliknya. Mereka saling mengasihi meski banyak rintangan yang menerjang biduk rumah tangga.
“Kamu jangan pernah takut untuk kehilangan saya, karena kita adalah satu”
Quote di atas rupanya bukan hanya sekadar kata. Sebab, figur Habibie memang selalu membuktikan kesetiaannya. Rumah tangganya bersama Ainun terus awet meski tak sedikit kerikil tajam yang mereka lewati.
Habibie cuma ada satu-satunya di dunia ini. Barangkali, kita tidak akan sanggup meniru kepintarannya atau kisah cintanya yang terkesan hanya ada 1 banding seribu di muka bumi. Tapi kutipan di atas juga bukan untuk gombalan semata. Kalau sudah menjalani hidup ini dengan sang belahan jiwa, mungkin kita akan mengerti bahwa jalan hidup ini adalah sekumpulan benih jerih payah yang membawa ke jalan yang indah.