in

Kerap Jadi Bahan Perdebatan, Beginilah Sejarah Quick Count di Indonesia

Kalau kalian berpikir setelah coblosan, Indonesia bakalan lebih adem dan tenang sepertinya anggapan tersebut sangatlah salah. Hal ini lantaran, pasca kegiatan yang dilaksanakan Rabu (17/4/2019) muncul sebuah drama bernama Quick Count. Yaa, seperti kita ketahui sistem prediksi perolehan suara ini ditanggapi dengan gaduh oleh elite politik Indonesia. Ada yang menuduhnya sebuah kebohongan lantaran menangkan salah satu calon dan masih banyak lagi.

Sebetulnya apapun hasilnya, sebagai elite politik yang kerap dilabeli orang pintar oleh masyarakat mereka harus tetap tenang dan tak perlu membuat gaduh. Toh, ini hanya sebuah prediksi belum keputusan akhir layaknya Real Count KPU tanggal 22 Mei nanti. Masih terkait tentang hal ini, ternyata usut punya usut penghitungan cepat sudah lama muncul di pesta demokrasi negeri ini. Tidak percaya kalian? Berikut sejarah Quick Count yang tidak banyak diketahui.

Digunakan pertama kali pada pesta demokrasi 15 tahun lalu

Quick Count pilpres antara Mega-Hasyim dan SBY-JK [Sumber Gambar]
Bila menarik sejarah ke belakang, ternyata sistem prediksi perolehan suara ini tergolong sudah ada sejak lama hingga digunakan eperti saat ini. Dari penelusuran yang dilakukan oleh penulis, Quick Count pertama kali digunakan pada 5 April 2004. Di mana ketika awal muncul bisa dibilang menjadi saingan dari penghitungan suara elektronik yang digagas Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan panitia penyelenggara pemilihan umum di Indonesia ini sempat memandangnya sebelah mata, lantaran di nilai kapabilitasnya masih dianggap tertinggal. Meski begitu, namun belakangan Quick Count kerap tunjukkan hasil tidak kalah dengan perhitungan KPU.

Lembaga LP3S menjadi pertama yang melakukan sistem ini di Indonesia

Quick Count [Sumber Gambar]

Lalu siapa yang pertama kali menggunakan? Mungkin menjadi pertanyaan langsung menghiasi pikiranmu. Usut punya usut, Lembaga Penelitian Pendidikan Penerapan Ekonomi dan Sosial a.k.a LP3S yang mengawali sistem ini. Menurut Roestam Efendi yang dikutip dari laman Merdeka.com, lembaga satu ini yang pertama kali perkenalkan metode hitung cepat dalam Pemilu lima belas tahun silam. Kendati berusia belasan tahun, namun dalam perjalanannya, Quick Count sudah dikembangkan oleh LP3ES dalam jangka waktu lebih lama lagi yakni saat orde baru masih berkuasa.

Sempat dituduh merupakan bentuk intervensi dari pihak luar

Kwik Kian Gie [Sumber Gambar]
Masih terkait Quick Count. selain tidak padang sebelah mata oleh KPU awal kemunculannya di Pesta Demokrasi Indonesia juga sempat dituduh sebagai bentuk intervensi asing. Dilansir Boombastis dari Tirto.id, menurut pewarta dari Kompas, salah satu fungsionaris PDIP yaitu Kwik Kian Gie, pernah mengatakan terdapat campur tangan pengamat asing dalam pembentukan opini publik berkaitan Pemilu 2004. Meski begitu, namun pada akhirnya banyak pihak televisi suatu yang berbondong-bodong ikut terlibat dalam meramaikan perhitungan cepat pemilihan umum ketika itu.

Menjadi sebuah sistem penting yang diatur oleh MK

Sidang Makamah Konstitusi [Sumber Gambar]
Berbicara tentang Quick Count ternyata diam-diam sistem perhitungan cepat ini diatur oleh Makamah Konstitusi. Menurut Ketua Hakim MK ketika itu yaitu Anwar Usman, lembaga hukum tertinggi negara memutuskan kalau penayangan atau perilisan perhitungannya harus dilakukan dua jam setelah pemungutan suara di Indonesia bagian barat. Dilansir dari INDTimes, kendati sempat memicu kontra dari sejumlah stasiun tivi, namun MK tetap bergeming dengan dalih kemajuan teknologi informasi.

BACA JUGAEks Koruptor dan Pernah Terpidana Dilarang Jadi Caleg, Begini Pro-Kontra yang Terjadi

Begitulah tadi secuil tentang sejarah Quick Count di Indonesia. Meski bukan sistem yang sempurna, namun setidaknya bisa membuat kita (masyarakat) lebih mudah mengawal sebuah proses pesta demokrasi. Selain itu juga, sedikit pengganjal dari tindakan-tindakan curang dalam hajatan bangsa ini.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Mengulik Khutbah Iblis di Podium Api yang Bikin Manusia Menyesal Saat Berada di Neraka

Mengintip Tottenham Hotspur Stadium, Gelanggang Megah yang Jual Rendang Malaysia