Penduduk Bungin tidak mengenal apa itu merantau
Tidak heran bila semakin lama makin banyak juga rumah-rumah yang dibangun di daerah ini. Hal demikian disebabkan memang penduduk Pulau Bungin hampir tidak ada yang meninggalkan tanah kelahirannya ini. Masyarakat bercerita bahwa penduduk asli pulau ini merasa tidak cocok bila harus tinggal di daerah lain. Meskipun memang sempat ada beberapa orang yang mencoba merantau sekedar bekerja atau menikah dengan warga seberang, tapi akhir-akhirnya akan kembali ke Bungin juga.
Membangun rumah baru juga ternyata merupakan adat pernikahan
Hal lain yang membuat pulau ini ditempati oleh banyak rumah adalah adat pernikahannya. Mungkin banyak dari kalian yang sempat mendengar bahwa di daerah tertentu di Indonesia pria yang ingin melamar gadisnya harus membawa seserahan berupa kerbau, babi, atau hewan ternak lain. Dan ternyata penduduk Pulau Bungin juga memiliki adat serupa, namun bedanya bukan binatang peliharaan yang diberikan, melainkan rumah.