in

Mengenal Rhun, Pulau Kecil di Indonesia yang Sempat Ditukar dengan Manhattan

Kehidupan di negeri paman Sam, Amerika saat ini sudah dibilang sangat maju ketimbang dibandingkan dengan negara lainnya. Banyak gedung tinggi menjulang dan kehidupan para penduduknya yang modern. Jadi bukan hal yang aneh kalau banyak orang ingin hijrah ke sana karena terpesona dengan kemajuannya.

Tetapi siapa sangka salah satu kota maju di Amerika sana sempat ditukar dengan salah satu pulau di Indonesia loh. Ya itu adalah kota Manhattan yang saat ini terkenal di seluruh penjuru dunia. Lalu pulau mana sih yang mau di tukar dan apa alasannya? Berikut ulasan lengkapnya.

Pulau Rhun yang sempat diperebutkan karena rempahnya

Mungkin kita sudah mengenal kalau nusantara zaman dulu memang jadi rebutan banyak negara. Ya, bagaimana tidak, pasalnya memang dulu rempah dari tanah air kita itu bikin banyak pedagang maupun penjajah datang ke bumi pertiwi. Salah satunya adalah Belanda dan Portugis yang juga sempat menjajah Indonesia.

Pulau Rhun [sumber gambar]
Namun diantara banyak pulau-pulau lain yang ada di nusantara, Pulau Rhun jadi salah satu tempat yang paling sering diperebutkan. Bagaimana pulau yang terletak di Banda itu ternyata dulu sering terjadi sengketa antara penjajah karena ingin menguasai sumber daya rempah yang ada di sana. Salah satunya adalah sengketa antara Belanda dan Inggris lama sekali terjadi.

Jadi pertukaran dengan Manhattan, bukti pulau Rhun berharga

Siapa sangka kalau Pulau Rhun sejatinya punya nilai yang sama dengan Manhattan salah satu kota maju di Amerika sana. Ya, hal ini karena adanya kejadian masa lalu, tepatnya 350 tahun sebelumnya dimana pulau ini ternyata sempat jadi ajang pertukaran.

Manhattan [sumber gambar]

Kala itu Belanda memiliki  kekuasaan Nieuw Netherland, Amerika atau sekarang Manhattan sedangkan Inggris tengah menguasai Pulau Rhun. Alhasil untuk semakin melancarkan jalan Belanda dalam memonopoli sumber daya di Indonesia, dilakukanlah pertukaran antaran Manhattan dang Pulau Rhun. Sejatinya hal itu adalah pertukaran paling menguntungkan bagi Belanda pasalnya kala itu Rempah Pulau Rhun sangat mahal dan sebanding dengan emas.

Perjanjian Breda yang akan terus dikenang

Diserahkannya pulau Rhun kepada Belanda dan VOC dengan Inggris, semua termuat pada perjanjian Breda yang disepakati oleh kedua pihak. Dan akhirnya perjanjian ini pun jadi sejarah baru bagi dua negara baik Indonesia dengan Amerika.

Peringatan Perjanjian Breda [sumber gambar]
Bagi Indonesia, pulau Rhun akhirnya kembali ke kawasan Nusantara karena bekas jajahan Belanda diserahkan pada Indonesia. Sebaliknya untuk Amerika, juga Manhattan akhirnya kembali jadi miliki negeri paman Sam karena bekas jajahan Inggris meski diserahkan kembali karena menuntut kebebasannya. Jadi bukan hal yang aneh kalau setiap tahun di pulau Rhun selalu dirayakan peringatan perjanjian itu.

Nasib dari dua pulau yang ternyata sangat berbeda

Satu lagi hal yang menarik adalah nasib kedua pulau ini yang ternyata 180 derajat. Seperti yang kita ketahui kalau Manhattan jadi salah satu kota dengan peradaban yang maju. Banyak gedung-gedung pencakar langit dan kehidupan masyarakatnya yang modern. Nah sebaliknya pulau Rhun sepertinya lebih fokus dalam menjaga keindahan alamnya serta sumber daya.

Keindahan pulau Rhun [sumber gambar]
Alhasil banyak orang yang dibuat kepincut saat mendatangi tempat itu. Duta besar Amerika Serikat, Joseph R. Donovan saat datang untuk memperingati peringatan Perjanjian Breda mengungkapkan takjub dengan Pulau Rhun yang tetap asri seperti sedia kala dan berharap agar keindahan ini tetap terjaga.

Bagaimana pun Pulau Rhun telah menjadi sebuah bukti sejarah luar biasa bagi bagi dua negara. Bahkan sampai saat ini, puau Rhun masih membuat takjub penduduk dunia karena keindahan alam dan rempahnya. Tentunya hal ini jadi sesuatu yang membanggakan bagi Indonesia.

Written by Arief

Seng penting yakin.....

Leave a Reply

Rayakan Anniversary ke-10, Ini 10 Potret Mesra BCL dan Ashraf Sinclair yang Mesra Terus!

Beradu Kekuatan dengan TNI, 4 Alat Inilah yang Dipakai oleh Kelompok Bersenjata Papua