in

Mengenal Vivos, Proyek Bunker bak Hotel Mewah Agar Selamat dari ‘Kiamat’

Fenomena kiamat dan bencana nuklir memang menjadi momok bagi sebagian orang yang tidak ingin merasakan kengerian tersebut. Untuk itu, segala macam cara digunakan agar mereka kelak bisa selamat saat kiamat tiba. Salah satunya adalah membangun bunker anti-kiamat yang diklaim mampu mempertahankan kehidupan mereka.

Untuk itu, sebuah perusahaan yang bernama Vivos ( The Vivos Group) menawarkan sebuah ide ‘gila’ untuk mereka yang khawatir jika terjadi kiamat dengan membuat sebuah bunker perlindungan. Nilai lebihnya, program yang diberi nama Project Vivos itu memberikan bunker yang didesain bak hotel mewah. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Bunker mewah yang tersebar di beberapa negara dunia

Vivos yang didirikan oleh seorang pengusaha bernama Robert Vicino itu, merupakan perusahaan yang berada di California, Amerika Serikat. Di sana, beberapa bunker dikabarkan telah dibangun dengan struktur yang sangat kuat sebagai antisipasi jika kiamat terjadi secara tiba-tiba.

Salah satu shelter (sebutan bunker atau penampungan bawah tanah untuk ditinggali), berada di negara bagian Indiana, AS, yang dibangun selama era Perang Dingin. Selain di AS, Project Vivos juga membangun bunker di beberapa negara seperti Europa One (Jerman), dan The Oppidium (Republik Ceko)

Dirancang untuk milyarder berduit agar aman dari bencana ‘kiamat’

Bunker yang ditawarkan oleh Project Vivos memang tergolong sangat mahal bagi warga biasa Menurut laman resminya, Teravivos.com, mereka yang berminat bisa menyewa sebesar US$ 35,000 (Rp 478 juta) per orang selama setahun. Dengan harga ini, para penyewa bisa menikmati segala fasilitas dan keamanan di dalam bunker tersebut selama 24 jam penuh.

Harga di atas bisa ditemui di shelter Indiana yang berkapasitas 80 orang, dan Vivos x Point dengan tambahan hingga 24 orang per bunker dan sewa bulanan sebesar US$ 60 (Rp 820 ribu). Harga yang dibayarkan, sebanding dengan keamanan maksimum yang dijamin oleh Vivos seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, pandemi, serangan asteroid, ledakan nuklir, reaktor mencair, bencana biologis atau kimia, dan terorisme.

Keamanan dan kenyamanan dijamin dengan berbagai fasilitas

Demi keamanan dan kenyamanan mereka yang tinggal di dalam bunker, Vivos telah menyediakan beragam fasilitas bagi anggotanya untuk bertahan hidup secara mandiri minimal selama satu tahun. Mulai dari makanan, bahan bakar, bahan, persediaan, perabotan, diberikan pada mereka untuk memulai kehidupan baru di bawah tanah.

Setiap tempat penampungan Vivos dipenuhi dengan persediaan makanan kering, daging, biji-bijian, dan kebun sayuran segar yang berlimpah. Untuk individu, disediakan tempat tidur pribadi, linen, perlengkapan mandi, higienis, vitamin, dan persediaan medis. Fasilitas ini masih ditambah dengan peralatan olahraga, suku cadang, radio, komputer, televisi, film, permainan, brankas, kendaraan off-road, benih non-hibrida, peralatan pertanian, perlengkapan berburu dan memancing,

BACA JUGA: Persiapan Kiamat, 5 Negara Ini Sudah Membangun Perlindungan Jika Dunia Dihancurkan

Meski terlihat tidak masuk di akal, Project Vivos memang benar-benar ada dan telah dibangun untuk mereka yang berminat. Bahkan meski harus merogoh kocek hingga ratusan ribu dollar. Ya, usaha boleh sih saja. Namun jika takdir mengatakan sudah saatnya, tentu manusia tidak bisa berbuat banyak. Meski berlindung di dalam bunker terkuat sekalipun.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Masih Ingat Kakek Buku Iqra? Ini Pendapat Kocak Netizen Saat Melihat Wajah Legendaris Itu

Ki Sabdo Jagad Royo, Sosok yang Temukan Obat Wu Corn untuk Sembuhkan Virus Corona