Bencana banjir dan longsor yang menewaskan ribuan orang dan membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal seperti bola panas, menggelinding tak terkendali dan menghancurkan siapa saja yang dilaluinya. Termasuk juga pemerintah Republik Indonesia yang mendapat banyak kritikan dari masyarakat.
Alhasil, situasi ini membuat darah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menggelegak. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menggiring opini publik.
Seskab Teddy minta masyarakat tidak pandang negatif pemerintah
Berbicara saat konferensi pers di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025), Teddy meminta agar tudingan bahwa pemerintah tidak bekerja dalam menangani bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumut segera dihentikan. Hal ini berlaku kepada siapa saja, termasuk para influencer di berbagai media sosial.
Teddy menegaskan bahwa pemerintah pusat sudah turun tangan dan terus bergerak cepat sejak bencana mulai terjadi, sekitar tanggal 24 November 2025 lalu. Dirinya mengingatkan, bila memiliki kemampuan untuk berpengaruh dan berbicara panjang lebar, sebaiknya digunakan dengan bijak.
Pemerintah sudah berusaha maksimal atasi bencana alam di Indonesia
Teddy kemudian membeberkan fakta bahwa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung bergerak menuju lokasi kejadian begitu bencana terjadi. Padahal, di saat yang sama dirinya sedang menangani kejadian alam lain, yaitu erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.
Selain itu, Teddy juga mengungkapkan bahwa ada lebih dari 50 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan dikerahkan ke wilayah terdampak bencana. Tanpa sorotan kamera, di minggu pertama, sudah ada 26 ribu anggota tim penyelamat yang melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah
Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga melakukan koordinasi secara intensif kepada semua pihak, termasuk Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Tujuannya agar bantuan bisa langsung didapatkan dan dimanfaatkan oleh para korban bencana di wilayah terdampak.
Selain menampik tuduhan pemerintah kurang peduli dengan bencana Sumatera, Teddy juga mengingatkan bahwa ada banyak pihak yang terus-menerus mempersoalkan tidak diberlakukannya bencana nasional. Dirinya menilai, hal itu tak perlu diperdebatkan karena skala penanganannya sudah level nasional.
Seskab Teddy yakinkan bahwa Presiden RI sudah siapkan dana bencana
Lebih lanjut, dilaporkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto sudah menyediakan anggaran untuk penanganan dan pemulihan pasca bencana. Diperkirakan, rencana ini akan menelan dana sebesar Rp. 60 triliun dan akan disalurkan secara bertahap, dimulai dari pembangunan hunian-hunian, baik sementara maupun tetap bagi para korban terdampak bencana.
Sekali lagi, Teddy mengingatkan bahwa tidak boleh ada yang mengalihkan fokus dari kerja nyata pemerintah di lapangan. Dirinya meminta kepada seluruh pihak untuk menggunakan platform mereka dengan bijaksana dan bertanggung jawab, serta menebarkan energi positif saat situasi sedang sulit bagi para korban bencana.
Jangan sampai, ujar Teddy, berita-berita negatif berpengaruh pada tenaga-tenaga penolong yang sedang bekerja keras memulihkan kondisi lapangan. Bila ada kritikan, sampaikan juga secara konstruktif, tanpa ada kesan bahwa pemerintah mengabaikan rakyatnya.


