Selain aksi perjuangan Anthony Ginting dan ulah tengil Kevin Sanjaya, di Asian Games 2018 ini warganet juga ramai membicarakan Jojo bukan Suherman. Pria bernama lengkap Jonatan Christie banyak di perbincangkan lantaran aksi menawannya dalam mendulang kepingan emas di ajang tersebut. Kendati usianya muda, tapi prestasi atlet satu ini tentunya tidak bisa dianggap remeh.
Sejak usia belasan tahun hingga sekarang, yang tak sungkan buka baju prestasi bagus terus saja bisa direngkuhnya. Dimulai ketika usianya masih di bawah 15 tahun Jojo sudah menjadi nomor satu di Jepang. Lalu berlanjut keberbagai gelar-gelar di kejuaraan dunia seperti saat ini dengan sukses menggondol emas Asian Games 2018. Dan bagaimanakah perjalanan prestasi pemuda satu ini? yuk simak ulasannya berikut?
Merebut beberapa gelar dunia dan nasional saat masih muda
Bagi seorang Jojo usia bisa dibilang bukanlah penghalang untuknya meraih prestasi. Di saat teman-teman sepantarannya asyik bermain gundu atau layangan, pemuda asal Jakarta ini sudah bisa menjadi nomor satu di kejuaraan luar negeri. Diawali dengan menjadi yang terbaik di Kejuaraan Yunior Asia Ichiban Jepang 2010.
Menyumbangkan emas untuk Indonesia di SEA Games 2017
Jauh sebelum catatkan prestasi epic di Asian Games 2018, beberapa tahun lalu Jojo juga sempat berikan emas untuk Indonesia di ajang multievent olahraga. Saat itu ia berikan gold di Asian Games 2017 dengan usianya menginjak 20 tahun. Kendati hanya kejuaraan kawasan Asia Tenggara, namun hal tersebut sedikit membuktikan bagaimana potensinya saat muda.
Menjadi nomor satu di kejuaraan bulutangkis Asia
Tak hanya kawasan Asia Tenggara, pemuda berparas tampan itu juga mencatatkan gelar juara saat berlaga di kejuaraan Asia. Bermain di pagelaran Asia Championship 2018, Jojo dan tim Indonesia sukses membawa pulang piala tertinggi setelah menang 3-1 di partai final atas Cina.
Sukses merengkuh keping medali di kejuaraan legenda bulutangkis
Selain capaian jempolan seperti di ulasan tadi, pria satu ini rupanya juga pernah menorehkan prestasi bagus di turnamen legenda jagad badminton. Jojo yang bermain di kejuaraan Thomas Cup, sukses mendapatkan medali perak.
Apa yang ditorehkan Jojo seperti di ulasan ini adalah gambaran bagaimana atlet satu ini bisa dikatakan menyimpan potensi yang besar. Jika dirinya terus diasah akan sangat dimungkinkan, bila ke depan akan menjadi tumpuan Indonesia mendulang prestasi. Tidak itu saja, ia juga dapat menjadi pengganti sepadan untuk legenda bulutangkis tanah air.