Lalu Muhammad Zohri, pastinya saat ini bukanlah atlet yang namanya asing di telinga. Kalau melihat prestasi yang sangat jauh dari kata buruk, mungkin juga beberapa orang manca sudah mengenalnya saat ini. Masih tentang pemuda 18 tahun itu, di 2019 yang belum genap setahun ini terpantau dirinya sudah ngegas dengan sejumlah prestasi. Bahkan tidak itu saja, beberapa rekor juga sukses digoreskan di tahun Babi Tanah ini.

Kalau berkaca dari hal tersebut, target tembus Olimpiade Tokyo 2020 yang dibebankan kepadannya sangat terbuka peluangnya untuk dipenuhi. Apalagi kini dirinya juga tidak terlampau jauh peringkatnya di International Association of Athletics Federation (IAAF), dengan batas untuk masuk pagelaran olahraga akbar itu. Kembali tentang capaian Zohri di awal 2019, beginilah hebatnya prestasi putra Indonesia tersebut.

Zohri langsung menang di ajang pertamanya tahun 2019

Pasca Asian Games bisa dikatakan, Malaysia Open Grand Prix 2019 pada bula maret lalu adalah tournament internasional pertama untuknya. Kendati jadi debutnya di tahun bershio Babi Tanah ini, pemuda 18 ini seperti langsung ngegas dengan berhasil langsung menyabet prestasi. Yaa, seperti kita ketahui, penampilan epic-nya membuatnya menjadi nomor satu di ajang tersebut.

Zohri menjadi tercepat di Malaysia [Sumber Gambar]
Ketika itu, turun di nomor 100 meter Turun di nomor lari 100 meter putra pada Sabtu (30/3/2019), Zohri berhasil menjadi tercepat dengan catatan waktu 10.20 detik. Torehan tersebut juga membuatnya menumbangkan atlet lari tuan rumah yaitu Zulfiqar Ismail, yang hanya mampu catatkan waktu lebih lambat 10.44 detik. Meski menang, tapi ungkapnya seperti di kutip Tempo.com hasil di Malaysia belum memenuhi target pribadi Zohri.

Orang pertama Indonesia raih perak setelah 34 tahun di Asian Athelics Championships

Setelah ajang tadi, Asian Athletics Championships 2019  menjadi tournament internasional ke dua Zohri di 2019. Turun di nomor 100 meter putra, pemenang kejuaraan dunia Finlandia pada bulan Juli 2018 silam ini, mampu tampil memukau dengan menyabet medali perak. Sekaligus menjadi sprinter pertama Indonesia mampu raih medali tersebut setelah 34 tahun.

Tidak itu saja, torehan positifnya di kejuaraan itu, juga membuatnya menjadi atlet pertama mampu meraih medali di ajang tersebut sejak 2009. Saat merengkuh gelar tadi, Zohri menorehakn waktu yang tergolong cepat yaitu 10.13 detik. Dan hebatnya lagi, hasil bagus itu diperoleh dengan catatan reactin time paling lambat di antara yang lain.

Berhasil menjadi pemegang rekor nasional baru di 2019

Selain capaian tadi, 2019 juga membuat pemuda asal Lombok NTB ini sukses menjadi pemegang rekor nasional baru. Hal ini diperoleh setelah waktu larinya di Asian Athletics Championships 2019 berhasil memecahkan rekor milik Suryo Agung. Dilansir Boombastis dari BCC, Lalu Muhammad Zohri mengungguli catatan Suryo yang 10,17 detik dengan 10,13 detik.

Suryo Agung [Sumber Gambar]
Kalau melihat sejarahnya, ternyata rekor lari Roy Suryo tadi sudah bertahan dengan waktu yang lama. Kabarnya Mas Suryo telah memegangnya rekor nasional itu selama 10 tahun. Masih tentang prestasi itu, usut punya usut dirinya memecahkan rekor tersebut bahkan sampai dua kali dalam sehari. Pertama dengan catatan 10,15 detik di babak semifinal dan partai pamungkas 10,13 detik.

BACA JUGA: Mengintip Capaian Hebat Kevin dan Markus di Awal 2019 yang Sulit untuk Ditandingi

Kalau melihat usianya masih sangat muda, tentu capaian ini sangat terbuka peluangnya bisa tambah dahsyat lagi ke depan. Namun, hal itu bisa dicapai kalau pemuda asal Lombok ini bisa menjaga dirinya dan terus bekerja keras. Besar harapan nantinya, dirinya dan atlet Indonesia mampu tembus kejuaraan olahraga akbar Olimpiade.