Sosok yang duduk di kursi pemerintahan suatu negara biasanya masih didominasi oleh para pria. Mungkin karena yang lebih berminat pada bidang politik dan untuk maju menjadi orang nomor satu kebanyakan adalah orang pria.
Meski begitu, bukan mustahil jika wanita menjadi kepala negara atau presiden. Meski harus melalui persaingan yang begitu ketat, nyatanya 5 politikus ini berhasil menjadi presiden wanita pertama di negaranya.
1. Park Geun-hye
Park Geun-hye berhasil mengukir sejarah sebagai presiden wanita pertama di Korea Selatan. Ia dilantik sebagai presiden pada 25 Februari 2013 di Majelis Nasional Seoul. Dalam Pemilu, ia berhasil mendapatkan 52% suara mengalahkan lawanyna, Moon Jae-in yang hanya mendapatkan 48% suara.
2. Dilma Rousseff
Dilma Rousseff terpilih sebagai presiden Brasil pada 1 November 2010 lalu. Di usia yang ke 62 tahun, ia menjadi presiden wanita pertama di Brasil. Pada saat itu, Pemilu sampai harus dilakukan hingga dua kali karena dari dua kandidat tidak ada yang mendapatkan lebih dari 50 persen suara.
3. Joyce Banda
Sebelum menjadi presiden, Joyce Banda sempat menjadi wakil presiden Malawi. Pada 7 April 2012, wanita yang giat menyuarakan hak perempuan itu resmi menjadi presiden Malawi yang secara otomatis juga menjadi presiden wanita pertama di negara tersebut.
4. Megawati Soekarnoputri
Di Indonesia, ada Megawati Soekarnoputri yang menjadi presiden wanita pertama. Ia dilantik menjadi presiden pada 23 Juli 2001 dengan wakil presiden Hamzah Haz. Megawati menjabat sebagai presiden hingga 20 Oktober 2004.
5. Bidhya Devi Bandhari
Bidhya Debi Bandhari menjadi wanita pertama yang menjadi presiden dalam sejarah Parlemen Nepal. Ia adalah ketua dari Partai Komunis Nepal dan ketua dari Persatuan Seluruh Wanita Nepal. Dalam voting parlemen untuk pemilihan presiden, ia berhasil meraih 327 suara dari 549 suara mengalahkan pesaingnya, Kul Bahadur Gurung.
Wanita sebenarnya juga bisa berkiprah dan sukses di dunia politik. Tentu saja menjadi seorang pemimpin dari sebuah negara memang bukan hal yang mudah. Tapi nyatanya dengan tekat untuk memajukan negara, lima wanita tersebut mampu terpilih menjadi kepala negara.