Cerita mengenai anggota kepolisian yang memiliki aktivitas sampingan tentu saja sudah sering kita dengarkan ya. Entah itu mengenai anggota yang keliling kampung untuk mengajar ngaji, ataupun sosok polisi yang berjualan HP bekas demi menampung anak-anak terlantar di rumahnya. Memang sepertinya tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa seorang anggota polisi tidak diperkenankan memiliki kegiatan sampingan di luar tugasnya.
Berbicara mengenai kegiatan sampingan tersebut, baru-baru ini kembali muncul sebuah berita mengenai sosok Brigadir Kepala atau Bripka Ambri Jayus yang sehari-harinya nyambi berjualan martabak. Dan ternyata si bripka memilih berjualan bukan hanya sekedar menjalankan hobi, melainkan demi sekolah anak-anaknya lho.
Bripka Ambri mulai berjualan martabak akhir 2016 lalu
Bisnis kuliner saat ini nampaknya sudah jadi lahan rupiah yang menggiurkan bagi banyak orang, termasuk anggota polisi yang satu ini. Bripka Ambri Jayus juda sepertinya sudah menambah daftar nama polisi yang memiliki usaha sampingan di bidang kuliner. Anggota kepolisian yang sehari-harinya bertugas di unit satuan lantas Polres Sidrap, Sulawesi Selatan ini mengaku sudah berjualan martabak sejak akhir 2016 lalu.
Memulai bisnis dengan modal nekad
Setiap ditanya mengenai ide memulai usaha berjualan martabak, Ambri mengakatan bahwa dia mendapat inspirasi dari lingkungan sekitar. Menurutnya minat masyarakat daerah Sidrap terhadap kudapan yang satu ini cukup tinggi, itulah mengapa dia tidak mencoba memulai bisnis makanan lain. Ambri juga menyatakan bahwa saat itu dia hanya bermodalkan nekad, dan ternyata semakin lama digeluti pelanggannya makin bertambah juga.
Usaha ini dilakukan untuk biaya sekolah anak
Tentunya ada alasan lain yang membuat laki-laki berdarah Jawa-Bugis ini memutuskan untuk berjualan martabak selain mengisi waktu luang dan menyalurkan hobi. Bripka Ambri menceritakan bahwa dia memang berniat mencari usaha sampingan yang halal demi membiayai sekolah kedua anaknya. Anggota Satlantas Polres Sidrap ini menyampaikan bahwa tidak cukup bila dirinya dan keluarga hanya megandalkan gaji sebagai polisi. Maka dari itu dia kemudian memilih untuk berjualan.
Pendapatan tiap malam Ambri bisa mencapai Rp 1 – 2 juta
Usaha yang baru dirintis sang polisi ini memang masih dibilang baru, namun siapa sangka keuntungan yang diperoleh di tiap malamnya bisa mencapai Rp 1 hingga 2 juta. Untuk harga dagangannya sendiri sebenarnya Ambri mematok nominal tak telalu mahal, yaitu berkisar Rp 10 ribu sampai 60 ribu tergantung jenis martabak yang dipesan. Setiap harinya Ambri bercerita bahwa dirinya dapat menghabiskan sekitar 12 kg tepung atau sekitar 120 porsi.
Rasanya salut bila mendengar kisah-kisah para aparat yang ternyata mau melakukan pekerjaan sampingan di pinggir jalan setiap malam. Sosok Bripka Ambri Jayus ini juga merupakan salah satu anggota kepolisian yang patut diacungi jempol karena dia seakan tidak pernah merasa lelah menjalani dua pekerjaan setiap hari demi pendidikan anak-anaknya. Memang benar ya yang namanya orang tua pasti akan melakukan apapun untuk kesuksesan anak-anak mereka. Tak peduli bagaimana pun jalannya selama itu halal, maka kenapa tidak dicoba?