Semua orang tua pasti menginginkan anak mereka untuk dapat hidup sukses. Kita semua sepertinya sudah sering mendengar cerita mengenai betapa orang tua berusaha bekerja keras agar sang anak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi membuat nasib keluarga menjadi lebih baik nantinya. Hal itulah yang selama ini juga dilakukan oleh sosok Aiptu Sutrisno.
Mendengar namanya saja mungkin sudah banyak yang tahu bahwa pria ini sehari-hari menjalani profesi sebagai seorang polisi. Pekerjaan Sutrisno sepertinya memang termasuk yang diimpikan banyak orang, namun siapa sangka sang bapak polisi memiliki kegiatan sambilan yang dia kerjakan setiap malam.
Selain sebagai polisi, Sutrisno juga berjualan nasi goreng
Mungkin kita semua jarang mendengar cerita tentang polisi yang membuka bisnis kuliner ya. Apalagi yang secara langsung turun lapangan tanpa bantuan pegawai atau asisten. Sosok Aiptu Sutrisno bisa dibilang langka karena dia justru memilih berjualan nasi goreng di daerah Semarang, Jawa Tengah selain menjadi polisi.
Sutrisno berjualan nasi goreng demi biayai kuliah anaknya
Pria yang sehari-hari menjalankan tugas di Unit Inafis Polrestabes Semarang ini ternyata berjualan nasi goreng bukan sekedar untuk mengisi waktu luang, melainkan mencari tambahan biaya untuk kuliah dua anaknya. Sutrisno memiliki dua orang anak yang sama-sama sedang menjalankan kuliah, yakni Ayu Anggraeni di Universitas Diponegoro dan mengambil jurusan kedokteran, serta Yulistyo Dewantoro yang merupakan mahasiswa Universitas Pandanaran.
Belajar memasak dari pedagang lainnya
Alasan Sutrisno memilih nasi goreng sebagai ladang penghasilannya karena dia memang sangat menggemari masakan Jawa dan juga hobi memasak. Untuk membuat nasi goreng seenak sekarang, bapak dua orang anak ini awalnya belajar langsung pada seorang penjual nasi goreng langganannya agar masakannya juga bisa disukai para pembeli.
Membuka usaha dengan modal minim dan bantuan teman
Yang namanya usaha pastilah membutuhkan modal. Sutrisno bercerita bahwa dia mengeluarkan uang sekitar Rp 2 juta untuk mendapatkan gerobak nasi gorengnya. Hal lain yang juga membuatnya bingung saat pertama kali akan memulai usaha adalah mengenai lokasi atau tempat berjualan. Namun beruntunglah Sutrisno yang memiliki teman baik.
Meskipun waktu istirahatnya berkurang namun pria kelahiran tahun 1968 ini tetap semangat untuk berjualan karena memang sangat didukung oleh keluarganya. Anak-anaknya juga mengaku sama sekali tidak malu memiliki seorang ayah polisi yang berjualan nasi goreng. Lagi-lagi Sutrisno berhasil membuktikan bahwa ada banyak jalan mencari rejeki yang halal asalkan kita mau berusaha. Demi sang anak, ayah ini akan terus berusaha sekuat tenaga.