Dalam pidato kebangsaan dan paparan visi misi Indonesia Menang beberapa waktu lalu, Prabowo memaparkan sebuah strategi ekonominya guna menanggulangi kemiskinan Indonesia. Dilansir dari finance.detik.com, ia menyebut negara China sebagai role model yang tepat untuk dicontoh dalam soal pengentasan rakyat miskin di negaranya.
Memang, China pada abad ini telah menjelma menjadi sebuah superpower baru di Asia. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, militer, industri hingga teknologi, mampu bersaing dengan negara-negara barat yang dipimpin Amerika Serikat. Jika China sukses mengentaskan kemiskinan di negaranya, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan Indonesia agar sukses dalam hal serupa dengan negeri tirai bambu itu?
Salah satu cuplikan Prabowo dalam pidatonya mengatakan, negara seperti China bisa sukses karena menerapkan industrialisasi secara masif. Di mana hal tersebut berarti membangun banyak pabrik untuk menggenjot perekonomian. Bagaimana dengan Indonesia? Dalam laporan Analisis Perkembangan Industri Edisi II-2018 yang dikutip dari dari kemenperin.go.id menuliskan, salah satunya adalah kenaikan pertumbuhan sektor Industri pengolahan (migas-non migas) pada triwulan I 2018 tercatat sebesar 4,50% (yoy).
Untuk membangun rakyat yang makmur dan moderat sesuai cita-cita, pemerintah China menggelontorkan biaya yang sangat besar untuk mewujudkannya. Laman tempo.co menuliskan, Dana ini akan digelontorkan melalui skema pinjaman oleh China Development Bank (CDB) secara bertahap sepanjang tahun 2018 sebesar 400 miliar yuan atau setara Rp 877 triliun. Program ini bertujuan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, merelokasi warga miskin, mengembangkan industri lokal, dan meningkatkan pendidikan dan perawatan kesehatan.
Dilansir dari nasional.kompas.com, Menteri China urusan Kemiskinan yang saat itu dijabat oleh Fan Xiaojian mengatakan, China berhasil menekan angka kemiskinan salah satunya berkat memperhatikan isu korupsi di tubuh pejabatnya. Tentu semua tahu, negeri tirai bambu itu dikenal keras terhadap koruptor yang ada di negaranya. Jika hal ini diimplementasikan di Indonesia, tentu akan ada perubahan yang signifikan.
Kemajuan teknologi yang berorientasi digital, memiliki peranan yang sangat penting untuk memberantas kemiskinan di masa depan. Salah satu negara yang sukses memanfaatkannya adalah China. Tak melulu memberikan subsidi, pemerintah tirai bambu juga menggunakan teknologi untuk untuk merealisasikan hal tersebut. Dikutip dari kumparan.com, lembaga koordinasi pengentasan kemiskinan di China yang bernama CPAD (State Council Leading Group of Poverty Alleviation and Development), mengadakan program kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan teknologi.
BACA JUGA: Utang Indonesia Tembus Rp.4363 triliun di Era Jokowi, Apa Saja Penyebabnya?
Sejatinya, menekan angka kemiskinan bukanlah melulu pekerjaan pemerintah semata. Idealnya, masyarakat juga harus dilibatkan secara aktif agar program yang dicanangkan bisa berjalan maksimal. Paling penting adalah, budaya korupsi harus dikikis habis agar kolaborasi yang berkesinambungan antara rakyat dan perangkat negara, bisa memberikan solusi untuk menekan rasio kemiskinan di Indonesia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…