Di masa awal kemerdekaan, nasionalisme bangsa Indonesia sedang mengalami masa puncaknya. Buktinya di saat itu semua elemen masyarakat bersatu padu demi melawan penjajahan. Jika ditelisik ulang, ternyata bentuk nasionalisme ini tidak tumbuh begitu saja, melainkan ada peran seseorang yang berperan untuk menyalakannya. Alhasil, cerita tentang nasionalisme itu bukanlah cerita dongeng belaka karena pahlawan pendahulu kita sudah mencontohkannya secara langsung.
Nah, jika kita harus mengingat momentum apa saja yang berhasil membangkitkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia maka kita harus mengingat 4 pidato berikut. Bung Tomo, K.H. Hasyim Asy’ari, Bung Karno dan M.Natsir adalah saksi sejarah bangkitnya rasa nasionalisme tersebut. Kira-kira pidato apa saja yang berhasil membangkitkan rasa nasionalisme tersebut? Berikut 4 pidato yang membangkitkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia.
1. Pidato Bung Tomo
Jika kita harus menyebut tokoh penting Surabaya di awal masa kemerdekaan, Bung Tomo rasanya adalah orang yang tepat untuk disebut. Beliau adalah orang yang berhasil membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk melawan kedatangan penjajah Inggris. Saat itu, tanggal 10 November 1945, dari laut, darat dan udara, tentara Inggris mengepung Kota Surabaya. Mereka datang hendak kembali merebut kemerdekaan Indonesia yang baru diproklamirkan. Tapi dengan diiringi pekikan suara Bung Tomo, arek-arek Suroboyo dengan gagah berani berhasil mengusir penjajah Belanda dari tanah Surabaya.
2. Resolusi Jihad K.H. Hasyim Asy’ari
Saat Surabaya dikepung Belanda tanggal 10 November 1945, sebenarnya ada kekuatan lain yang ikut datang membantu. Bala bantuan ini datang berbekal sebuah panggilan yang disebut sebagai resolusi jihad. Tokoh yang ada di balik resolusi jihad ini adalah K.H. Hasyim Asy’ari. Beliau sedianya lebih dikenal sebagai pendiri Nahdhatul Ulama. Karena K.H. Hasyim Asy’ari meyakini nasionalisme adalah bagian dari Islam, maka Beliau memanggil laskar santri dan ulama berbagai daerah untuk berperang ke Surabaya.
3. Pidato “Ganyang Malaysia” Bung Karno
Banyaknya perselisihan yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia, menjadikan masyarakat Indonesia selalu mengenang pidato “Ganyang Malaysia” yang didengungkan Bung Karno. Pidato ini bermula saat Presiden Soekarno marah besar karena merasa dicurangi oleh pihak internasional. Di tahun 1961 Federasi Malaysia ingin menggabungkan Brunei, Sabah dan Serawak ke dalam wilayahnya.
4. Mosi Integral M.Natsir
Jika ditelisik, nama M. Natsir memang tak begitu dikenal luas jika disandingkan dengan nama tiga tokoh di atas. Orang lebih banyak mengenal Beliau karena sering berselisih paham dengan Bung Karno. Puncaknya, M. Natsir dituduh sebagai salah satu otak dibalik upaya pembunuhan terhadap Bung Karno di Cikini atau yang lebih kenal dengan Peristiwa Cikini, 30 November 1957
![Natsir [Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2016/08/pidato-m-natsir.jpg)
Mosi Integral lahir di tengah perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) di tahun 1949. Saat itu wilayah Indonesia dipecah-pecah menjadi beberapa negara bagian dengan melahirkan pro dan kontra. Situasi semakin memburuk dengan perselisihan ini. Akhirnya melalui mimbar parlemen, M. Natsir mengajukan Mosi Integral untuk mempersatukan Indonesia kembali. Mosi Integral diterima dengan baik oleh Moh. Hatta dan kemudian digunakan sebagai pedoman dalam mengembalikan kesatuan NKRI seutuhnya.
Nah, itulah 4 pidato yang membangkitkan rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Dari sini kita mengetahui, ternyata untuk bersatu membangun Indonesia itu harus didasari dengan semangat cinta tanah air. Dengan demikian, nasionalisme bangsa Indonesia akan bangkit dan berubah menjadi kekuatan untuk melawan segala yang mengganggunya.