Perekonomian beberapa negara di dunia sepertinya mulai menujukkan penurunan yang cukup drastis. Misalnya saja Yunani yang belakangan mengalami krisis ekonomi hingga menyebabkan negeri dewa dewi tersebut tidak mampu menalangi hutangnya sendiri. Tidak hanya Yunani, Amerika dikabarkan juga terkendala masalah budgetting.
Seperti yang dilansir berbagai headline lini masa internasional, Negeri Paman Sam ini berencana akan merumahkan sekitar 40.000 tentaranya. Hal ini sebagai langkah Amerika untuk mengurangi anggaran yang membengkak. Hingga saat ini ada sekitar 490.000 anggota aktif yang masih bertugas.
Pengurangan ini tidak hanya untuk mereka yang bertugas di domain sendiri, tapi juga yang ada di luar negeri. Seperti yang diketahui, Amerika salah satu negara yang paling banyak mengirimkan tentaranya bertugas keluar negeri. Saat ini ada sekitar 10.000 personel yang masih bertugas di Afghanistan setelah rencana pemulangan mereka ditunda hingga 2016.
Total 450.000 personel merupakan jumlah tentara paling rendah yang dimiliki Amerika sejak Perang Dunia II. Sedangkan rekor jumlah terbanyak terjadi ketika mereka berekspansi ke Afghanistan dengan total sekitar 570.000 personel aktif.
Meskipun berkurang cukup banyak, namun pemerintah Amerika Serikat mendapatkan supply dana yang melimpah. Tapi, ini akan berdampak 40 ribu orang kehilangan pekerjaan mereka dalam waktu dua tahun ke depan. Hal yang juga bakal jadi perhatian mereka adalah mengenai perekrutan personel baru yang pasti akan jauh lebih susah dan benar-benar diseleksi dengan ketat.