[Image Source].
Peterpan. Ah, mendengar nama band yang satu ini, kita seolah dibawa ke ruang nostalgia ke zaman di mana rangkaian momen suka dan duka yang kita jalani acapkali diiringi oleh lagu-lagu keren mereka. Pada awal hingga pertengahan tahun 2000an, atau ketika berada di puncak kejayaannya, nyaris setiap hari, ada saja orang yang memutar lagu mereka. Entah itu di angkutan umum, tempat makan, pusat perbelanjaan, perempatan jalan, dan pastinya stasiun televisi hingga radio terkemuka.
Peterpan, dalam perjalanannya sempat mengalami perpecahan di mana pada tahun 2006, dua personel mereka, Andika (kibor) dan Indra (bass), dikeluarkan dari band yang mereka besarkan. Keduanya kemudian membentuk band baru dengan nama The Titans. Selang enam tahun kemudian, atau tepatnya pada 2 Agustus 2012, lantaran tak mau terus berurusan dengan sengketa hak cipta nama band, Peterpan, dengan formasi baru mereka, akhirnya mengubah nama menjadi Noah.
Peterpan adalah Noah. Meski tak lagi diperkuat Andika dan Indra, personel utama mereka seperti Ariel, Uki, dan Lukman masih ada di sana. Hanya saja, sampai saat ini banyak yang menyesalkan perpecahan mereka. Belum lagi Reza, si penabuh drum juga ikut mengundurkan diri. Semua tentang Noah tak lagi terdengar sama seperti sedia kala. Banyak yang menilai kalau Peterpan masih jauh lebih baik daripada Noah. Mengapa? Ini dia alasannya.
Sejak melepas album Taman Langit pada awal 2000-an lalu, Peterpan selalu rajin menghiasi tangga lagu chart musik berbagai program televisi dan radio dengan karya-karya mereka. Apabila sebuah band pada umumnya hanya mampu menelurkan satu atau paling banyak 2 – 3 lagu dari albumnya sebagai singel unggulan, lain halnya dengan Peterpan. Band yang digawangi oleh enam pemuda asal Bandung ini selalu berhasil menempatkan mayoritas lagu dalam setiap album mereka ke dalam daftar lagu favorit para penikmat musik tanah air.
Kamu sekalian tentunya masih ingat kan dengan lagu-lagu hits mereka yang kami sebutkan di atas? Atau malah barangkali sebagian dari kamu masih menyimpannya dan sesekali memutarnya di playlist musik yang ada pada ponsel cerdas masing-masing.
Album Hari yang Cerah pun sejatinya punya kualitas setara dengan dua album pertama mereka untuk urusan musikalitas serta nomor-nomor unggulan. Misalnya, Menghapus Jejakmu, Hari yang Cerah Untuk Jiwa yang Sepi, Di Balik Awan, serta Cobalah Mengerti. Hanya saja, saat album ini digulirkan, meski dua personel awal mereka telah resmi keluar, Noah masih menyandang nama Peterpan.
Semenjak resmi berganti nama, Noah juga sebetulnya masih mampu menggetarkan hati para penikmat musik tanah air dengan lagu-lagu seperti Tak Ada yang Abadi, Kisah Cintaku (Chrisye), Separuh Aku, dan Jika Engkau. Lalu setelah itu? Selebihnya mereka malah sibuk mengaransemen ulang lagu-lagu yang pernah populer di album lawas mereka. Mencetak sebuah album dengan mayoritas lagu yang jadi hits seakan sulit untuk Noah lakukan.
Jika kita menggali kisah awal bagaimana Peterpan dibentuk, dari situ kita akan tahu kalau bahwa band ini memang ditakdirkan untuk menorehkan sejarah dengan formasi seperti yang kita kenal akrab. Ariel (vokal), Lukman (Lead Guitar), Uki (Rhythm Guitar), Indra (Bass), Reza (Drum), serta Andika (Keyboard). Sempat berulang kali bongkar pasang personel, pada akhirnya keenam nama itulah yang berhasil membuat kita jatuh cinta setengah mati dengan Peterpan.
Namun, sesuai kata pepatah, semakin tinggi sebuah pohon, semakin kencang pula angin yang menggoyangnya. Seperti yang telah disebutkan di paragraf awal, Peterpan sempat terpaksa berjalan pincang tatkala dua personel mereka didepak untuk alasan yang sampai saat ini masih simpang siur kebenarannya. Padahal, Andikalah yang berjasa mencetuskan ide nama Peterpan.
Kehadiran David yang menggantikan posisi Andika di tubuh Noah, memang membawa angin segar dan nafas baru untuk musik-musik Noah. Separuh Aku, misalnya, itu adalah buah karya David. Cukup tak lazim karena selama ini lagu ciptaan Ariel lah yang selalu dinomorsatukan oleh band yang telah berganti nama ini.
Meski berhasil meraih penghargaan Multi-Platinum berkat kesuksesannya menjual CD Album lebih dari satu juta keping, tapi banyak yang meyakini kalau kesuksesan tersebut diraih berkat nama besar mereka dan sisa-sisa kejayaan sejak Peterpan dulu.
Sedangkan, sebagian penggemar lainnya yang kadung jatuh cinta pada Peterpan, selalu merasa ada kepingan yang hilang kala melihat Noah. Album paling segar bertajuk Second Chance yang dirilis juga tak mampu menghadirkan kembali daya magis Ariel cs. Selain karena album ini sebagian besar hanya berisikan materi lama, album ini pula yang menjadi akhir kebersamaan mereka bersama Reza (drum). Sejak saat itu, Noah hanyalah separuh Peterpan.
Dari sekian alasan yang ada, mungkin inilah yang membuat para penggemar Peterpan meninggalkan Noah. Sejak mencuat ke blantika musik tanah air, wajah utama Peterpan selalu diwakili oleh Nazriel Ilham, atau Ariel. Peterpan adalah Ariel, begitupun sebaliknya. Ariel adalah orang yang paling bertanggung jawab di balik kesuksesan Peterpan. Seperti sentuhan emasnya dalam merangkai bait lirik yang agak njelimet untuk dipahami namun tetap terdengar puitis dan melankolis, atau pancaran pesonanya ketika beraksi di atas panggung yang mampu menghipnotis jutaan penikmat musik tanah air.
Tagar #Peterporn saat itu menjadi trending topic. Gelombang unjuk rasa yang meminta polisi segera menyelesaikan kasus ini dan menahan Ariel semakin deras. Kerja sama iklan, film, dan rencana manggung terpaksa dibatalkan. Hingga pada 22 Juni, Ariel menyerahkan diri dan resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi. Selang sekitar dua tahun menjalani hukuman penjara, barulah Ariel dibebaskan dengan kondisi bersyarat.
Sejak saat itu, Ariel memang masih bisa menulis lagu. Namun, ia tak lagi mampu menghasilkan satu album dengan deretan lagu hits di dalamnya. Entah karena usianya yang tak lagi produktif atau karena ia terpukul dengan kasus yang menimpanya. Musik-musik Noah lebih banyak mendapat campur tangan musikus luar, seperti Momo Geisha, Ryan D’Masiv, atau Giring Nidji. Karya orisinal khas Ariel semasa Noah masih menjadi Peterpan kini sudah jarang tercipta. Jikapun ada, hasilnya tak sebaik di masa lalu.
Sedangkan bagi penggemar, kejadian ini membuktikan kalau manusia yang mereka puja-puja dan tampak sempurna ini ternyata menyembunyikan aib yang telah sukses menghancurkan hati mereka. Sahabat Noah memang masih kompak mendukung idola mereka, namun tak sedikit pula sahabat Peterpan yang terlanjur kecewa dan tak lagi memandang Ariel sebagai sosok yang sama seperti yang pernah selalu mereka banggakan.
Noah, yang kini beranggotakan Ariel, Uki, Lukman, dan David, mungkin masih akan menelurkan karya-karya terbaru mereka. Tapi, tempat Peterpan yang berhasil memberikan deretan lagu memorable di hati para penggemar tak akan pernah tergantikan. Sebuah nama pastilah memiliki sebuah cerita yang berbeda pula, tapi tak seperti ini seharusnya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…