Sebagai pesepakbola umur menjadi penghalang untuk mereka tetap eksis di olahraga ini. Kedatangan bakat baru jagat sepak bola setiap tahunnya, juga dapat menjadikan karir mereka tidak panjang. Mereka yang tidak pandai-pandai menabung atau mempersiapkan diri pasti akan kesusahan di saat berhenti bermain bola. Seperti kisah Alex Pulalo yang harus mengikuti acara uang kaget untuk mencari uang.
Bagi pemain yang sudah ada persiapan tentu akan terhindar dari hal-hal tersebut. Kebanyakan dari pemain yang gantung sepatu tersebut, memilih jalan untuk menjadi pelatih atau berwirausaha. Ketenaran nama masa lampau mampu untuk menunjang dirinya berkarir di luar lapangan. Ditambah usaha dan tabungan biasanya mampu menunjang hidupnya setelah gantung sepatu. Lalu siapakah pemain sepak bola sukses setelah pensiun? Simak ulasannya berikut.
Mutiara Papua ini sukses menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Bakat sepak bola pemain asal Papua memang tidak dapat diragukan. Banyak dari mereka mampu untuk berprestasi dalam sepak bola. Termasuk Jack Komboy ini, pemain yang berposisi sebagai pemain belakang pada tahun 2005 sukses membawa tim Persipura juara di liga Indonesia. Tidak hanya itu dirinya juga langganan masuk timnas Indonesia.
Penjaga Gawang asal Palembang yang sukses berwirausaha
Sebagai mantan penjaga gawang timnas dan Sriwijaya FC, sosok Ferry Rotinsulu tentu sangat lekat ditelinga kita. Pemain asli Palembang ini merupakan penjaga gawang hebat dengan segudang prestasi. Dari gelar untuk klub sampai individual pernah didapatkan. Cedera yang dialaminya membuat Ferry harus menutup karir sepak bola pada tahun 2016.
Aji Santoso timnas yang tukangi tim nasional Indonesia dirikan ASB internasional
Aji Santoso merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki timnas. Pemain yang berposisi sebagai defender ini memiliki kemampuan hebat untuk bertahan atau menyerang. Bahkan saking hebat sering diangkat sebagai kapten di tim yang dibelanya. Kehebatan pemain ini harus berhenti pada tahun 2002, usia dan fisiknya menurun adalah penyebabnya.
Korban pengaturan skor yang menjadi pemilik gelangang olahraga
Pengaturan skor merupakan momok yang sangat mematikan. Dapat membuat sebuah tim atau pemain yang terlibat harus mengahkiri karirnya. Begitu juga yang dialami Mursyid Effendi yang harus gantung sepatu pada 2004 disebabkan masalah ini. Saat itu dirinya dikambing hitam kan karena melakukan goal bunuh diri pada ajang AFF 1998.
Mantan pemain Persija sukses jadi presenter bola
Talenta pemain sepak bola Indonesia memang tidak dapat diragukan lagi. Dari berbagai penjuru bermunculan bakat yang siap menjadi pemain sepak bola. Nama, Vennard Hutabarat merupakan salah satu bakat sepak bola negara kita. Berposisi sebagai pemain penyerang, pria asal Sumatra ini memiliki skill hebat dalam mengolah bola. Dirinya mulai karir sepak bola pada tahun 2002 bergabung dengan Persija.
Keberhasilan para pemain sepak bola setelah pensiun disebabkan oleh persiapan sebelum pensiun. Mereka yang melakukan hal tersebut sadar bahwa tidak ada yang kekal dalam olahraga ini. kisah-kisah tadi dapat menjadi inspirasi untuk para pemain zaman sekarang untuk mampu mengelola uang dan senantiasa memikirkan karir ke depan. Karena apabila hal ini diabaikan nasib buruk saat gantung sepatu sudah siap menunggunya.