Indonesia tampaknya masih belum lepas sepenuhnya dengan tindakan main hakim sendiri. Sikap yang tampaknya telah mendarah daging dan seolah menjadi kultur dalam lapisan sosial tersebut, kian diperparah dengan minimnya kesadaran masyarakat. Alhasil, anarkisme dan kebrutalan seolah menjadi jawaban absolut bagi segala macam peristiwa.
Ironisnya, aksi kekerasan yang makin sering ditemui dewasa ini malah dilakukan oleh seorang Perwira Polisi terhadap bawahannya. Bukannya menjadi teladan dan contoh yang baik , sosok tersebut malah bersikap sebaliknya. Sosok Polisi bernama Ekotrio Budhiniar itu, diketahui menghajar ketujuh anak buahnya karena permasalahan sepele.
Saat itu, mobil sang Perwira sedianya akan masuk ke dalam Markas Pusdikmin Markas Pusdikmin Lemdikpol, Gede Bage, Bandung, Jawa Barat melalui gerbang. Dilansir dari nasional.tempo.co, kendaraan yang ditumpangi terhalang oleh mobil ‘boks’ milik katering yang merintangi jalan. Alhasil, Ekotrio pun terpaksa menunggu agar bisa masuk.
Peristiwa miris tersebut tentu menimbulkan permasalahan tersendiri. Baik bagi anggota Polisi yang dianiaya hingga Kombes Ekotrio sendiri. Mereka yang dianiaya, ada yang mengalami luka pada bagian kepala. Salah satunya bahkan sampai muntah-muntah.
Tak menunggu lama, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian langsung merespon permasalahan tersebut dengan cepat. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1572/VI/KEP/2018,Kombes Ekotrio Budhiniar diberhentikan dari posisinya sebagai Kepala Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan Polri (Kapusdikmin Lemdikpol) dan dimutasi ke tempat lain.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Barangkali pepatah itulah yang cocok untuk sosok Ekotrio Budhiarto. Selain dicopot dari jabatannya, ia juga dipindah ke tempat lain dan bakal dijerat dengan tindak pidana penganiayaan. Terbukti, pangkat dan jabatan ternyata masih menjadi alat yang ampuh untuk bertindak sesuka hatinya. Miris ya Sahabat Boombastis.