in

Meski Berpredikat Unicorn, 3 Perusahaan Ini Malah Gulung Tikar

Masih hangat di ingatan kita tentang unicorn yang jadi bahan perbincangan utama pada debat capres lalu. Bahkan hingga saat ini masih banyak netizen-netizen yang membuat meme kocak terkait dengan perusahaan tersebut. Tapi ada juga yang menjelaskan dengan benar apa arti dari unicorn.

Mungkin Sahabat Boombastis sudah tahu perusahaan apa saja yang diberi predikat unicorn, khususnya di Indonesia. Lengkap dengan suntikan dana yang telah diberikan kepada startup tersebut hingga bisa melebarkan sayap sampai kini. Eh tapi jangan salah, perusahaan yang sudah memiliki predikat unicorn ternyata tak semuanya bisa maju. Banyak juga yang telah bangkrut akibat beberapa faktor.

Jawbone yang tutup usia karena kalah bersaing

Perusahaan Jawbone yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun ternyata tak bisa bertahan lama. Pasalnya, startup yang meluncurkan alat seperti earpiece bluetooth hingga wireless speaker tersebut sangat ngos-ngosan ketika melawan para pesaing. Seperti Samsung dan Fitbit yang hingga kini masih berjuang untuk memasarkan produknya di pasaran.

Jawbone gulung tikar [Sumber Gambar]
Beberapa tahun sebelum dinyatakan bangkrut, Jawbone sempat melakukan beragam cara untuk menyelamatkan keuangannya. Salah satunya adalah dengan menjual alat fitness tracking. Namun, penjualannya yang tidak setinggi dulu membuat startup satu ini harus merelakan diri untuk runtuh di tahun 2017.

Powa Technologies yang undur diri karena dua faktor

Sebenarnya, pada tahun 2013, Powa Technologies sempat meraih pendanaan series A sejumlah 76 miliar dollar. Hal tersebut membuat perusahaan ini diperhitungkan sebagai salah satu service provider untuk e-commerce paling terkemuka. Tapi, status tersebut tidak dapat dipertahankan karena ada dua penyebab.

Powa Technologies bangkrut [Sumber Gambar]

Pertama, Powa Technologies kekurangan ide untuk mengeluarkan produk terbaru. Sebab selama ini, pihak perusahaan hanya berkutat pada PowaTag yang bisa scan sekaligus melakukan pembelian barang pada smartphone. Nah, karena teknologi tersebut sudah banyak diadopsi oleh perusahaan lain, maka mereka harus mencari penemuan terbaru lagi. Kemudian penyebab kedua adalah CEO Powa, Dan Wagner yang dilaporkan oleh Business Insider bahwa ia telah banyak menghamburkan uang perusahaan. Akibatnya, Powa Technologies mengalami penyusutan dana dan berakhir dengan gulung tikar.

Theranos yang runtuh karena ulah dari pemiliknya sendiri

Theranos dulu adalah perusahaan yang berjaya di bidang kesehatan. Seluruh penjuru dunia mengatakan jika perusahaan ini patut diacungi jempol karena penemuannya yang sungguh di luar dugaan. Adalah membuat produk berbentuk kapsul untuk mengetahui sampel darah seorang pasien. Ini bertujuan supaya menghindari penggunaan pengambilan darah menggunakan suntikan yang notabene ditakuti oleh beberapa orang. Hal tersebut tidak akan terjadi tanpa ada peran penting dari Elizabeth Holmes, pemilik Theranos.

Theranos bangkrut [Sumber Gambar]
Tapi tak lama berselang, perempuan berusia 19 tahun tersebut menghadapi suatu masalah. Di mana Wall Street Journal mengabarkan jika beberapa peneliti ragu dengan produknya. Dan ternyata benar, setelah Elizabeth dimintai keterangan, ia terbukti tidak mampu membuat produknya sendiri. Bahkan, penemuannya dikatakan dapat berpotensi membahayakan pasien. Sejak saat itulah, keuangan dari Theranos kembang kempis dan kemudian perusahaannya runtuh seketika.

BACA JUGA : Belajar dari Bisnis Unicorn RI yang Bisa Digunakan Untuk Meningkatkan Kesuksesan Diri

Itulah tiga perusahaan berstatus unicorn namun ternyata tidak berhasil berdiri tegak hingga kini. Kalau dilihat dari masalahnya, semua berawal dari pihak perusahaan itu sendiri. Baik dari pemimpinnya, manajemen keuangan dan juga inovasi terbaru untuk produk. Jadi bisa disimpulkan, jika perusahaan ingin maju, semua sisi perlu diperhatikan. Agar tidak ada kerugian yang mengakibatkan gulung tikar.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Beginilah Peringkat BWF 2019 Para Pebulutangkis Indonesia, Ada yang Puncaki Klasemen!

Bunuh Istri dengan Cara Sadis, Netizen Sebut Pria Bengkulu Ini Alami Gangguan Jiwa