Film-film tentang investigasi tindakan kriminal semacam CSI, NCIS, dan sejenisnya sampai sekarang masih banyak diminati. Tapi jangan salah, meski film-film investigasi tersebut memberikan cerita dan investigasi yang mendetail dengan teknologi canggih serta mampu memecahkan kasus dalam waktu sebentar, ternyata memecahkan kasus kejahatan tidak semudah itu lho.
Kali ini boombastis mengajakmu melihat persepsi salah yang sering muncul saat melihat film-film tersebut. Jadi, lain kali ada berita kasus kejahatan yang lama tidak terpecahkan, kamu tidak buru-buru menghakimi para penegak hukum dan mempertanyakan apa saja kerjaanya. Karena mengungkap kasus kejahatan tidak semudah yang ada di film.
Memeriksa DNA tidak sebentar dan bahkan terkadang makan waktu lama. Mesin analisa DNA paling canggih di Amerika memang bisa menganalisa DNA dalam waktu 90 menit. Tapi tunggu dulu, dalam satu hari akan ada kemungkinan terjadinya lebih dari satu kasus, dan dalam satu kasus bisa jadi ada lebih dari 4 DNA untuk dianalisa. Artinya, mereka harus menunggu beberapa hari untuk bisa mendapatkan laporan hasil analisa DNA.
Mendapatkan sidik jari tidak semudah yang ada di film-film karena sebenarnya ada banyak cara sidik jari tersebut rusak dan tidak meninggalkan jejak. Untuk bisa meninggalkan sidik jari, jari-jarimu harus menyentuh suatu permukaan dengan merata dan tidak bergerak atau bergeser. Sama seperti saat kamu melakukan cap jari.
Tidak seperti di film-film, bekas darah tidak berpendar kebiruan dalam sinar ultraviolet. Cairan tubuh seperti sperma, urin, air susu atau air liur memang berpendar jika terkena sinar ultraviolet, tapi darah justru akan terlihat sangat hitam seperti cairan aspal dan biasanya sulit dilihat.
Ada banyak cara bagaimana DNA bisa tertinggal di suatu tempat. Misalnya saja, seorang perampok toko terekam mengambil minuman dalam lemari es. Nah, apakah DNA-nya tertinggal di gagang lemari es? Ya, bisa jadi. Tapi begitu juga DNA puluhan orang lain yang membuka lemari es tersebut. Jadi mendapatkan DNA di gagang lemari es tidak akan membantu memecahkan kasus.
Istilah ‘partial print’ jadi sangat sering disebutkan di film. ‘Partial print’ artinya kamu tidak bisa melihat keseluruhan sidik jari dan memang sidik jari seperti itulah yang sering ditemukan oleh detektif. Biasanya kalimat itu akan diikuti dengan kalimat ‘akan butuh waktu untuk menganalisanya’. Nah, tapi hal ini tidak sepenuhnya benar.
Hasil analisa DNA dan sidik jari memang sangat unik sehingga bisa dikatakan analisis ini bisa menjadi kesimpulan akhir. Jika profil dan DNA cocok dengan profil DNA seseorang, maka kemungkinan besar ialah orang yang dicari. Jika sidik jari yang ditemukan juga cocok dengan profilnya, maka kesimpulan semakin kuat mengarah ke orang tersebut. Tapi, kebanyakan analisa biasanya tidak seperti ini.
Kain juga sama. Misalnya kamu menemukan serat kain berwarna biru yang ternyata sama dengan serat kain warna biru dari jaket tersangka, bukan berarti ia pelakunya. Ia bukanlah satu-satunya orang di dunia ini yang punya jaket dengan serat berwarna biru. Analisanya memang akan membantu kasus, tapi tidak bisa membuktikan tersangka tersebut adalah pelakunya.
Di film-film investigasi semacam CSI, mereka membawa pistol kemana-mana, serta membawa borgol. Tapi sebenarnya hal ini juga tidak benar-benar akurat. Seorang investigator beda dengan polisi.
Kamu suka melihat film Dexter? Kamu tentu tahu dengan karakter Masuka, seorang analis DNA. Nah, tidak hanya murni menganalisa DNA, dia juga sering ditunjukkan memberikan masukan tentang penyebab kematian, analisa jejak, dan banyak hal lainnya.
Di film-film, para investigator sering terlihat ada di lokasi kejahatan, bersantai di bar, atau hal-hal yang keren. Kenyataanya, kegiatan investigasi tidak sesederhana itu. Semua hal yang dilakukan di lokasi kejadian harus didokumentasikan dengan detail dan rinci. Artinya, banyak kegiatan dokumentasi ini akan dilakukan di kantor, tidak di tempat lain.
Nah, itu tadi beberapa persepsi salah yang sering muncul di film-film. Memang sih seru melihat aksi para penegak keadilan untuk menangkap penjahat. Tapi ingat, dalam kisah nyata menangkap penjahat seringkali tidak semudah itu dan bukan hal yang bisa dilakukan dalam waktu semalam saja.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…