Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia memiliki dua kubu islam yang berkembang dengan sangat pesat yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Eksistensi dua organisasi itu bukannya semakin meredup, malah menjadi sangat besar seiring berjalannya waktu. NU dan Muhammadiyah juga dikenal sebagai dua organisasi yang memiliki banyak perbedaan bahkan mungkin tidak mungkin bisa disatukan.
Tapi tidak menutup kemungkinan bila suatu hari nanti kondisi di negara ini mengharuskan dua organisasi islam itu bersatu. Tahukah kalian bahwa baru-baru ini telah dilangsungkan pernikahan dari keturunan dua organisasi ini yang dituding bisa menjadi pencerahan bagi bersatunya dua kubu tersebut? Namun sebelum mereka-reka alangkah lebih baik bila kita mengenal lebih dalam seerti apa NU dan Muhammadiyah itu.
Bukan rahasia lagi bahwa pendiri dua organisasi ini merupakan teman baik. KH. Hasyin Asyari dan KH. Ahmad Dahlan muda pernah mengenyam pendidikan di pesantren yang sama dan juga sama-sama melanjutkan pendidikannya di Mekkah. Bahkan keduanya merupakan teman satu kamar dan diajar oleh guru yang sama. Sepulang dari Mekkah kemudian KH. Ahmad Dahlan mulai mendirikan organisasi bernama Muhammadiyah pada 18 November 1912.
Meskipun sama-sama merupakan organisasi islam, namun NU dan Muhammadiyah memiliki beberapa perbedaan amalan dalam beribadah. Dalam pelaksanaan salat Subuh, para pengikut NU biasa menggunakan bacaan doa qunut, sedangkan untuk Muhammadiyah tidak menambahkan bacaan qunut. Kemudian jika kalian mengikuti salat tarawih di masjid berbasis NU pasti akan berbeda dengan Muhammadiyah.
Baru-baru ini masyarakat memang dihebohkan dengan berita pernikahan Haqy Rais, putra Amien Rais dan Selmadena. Berita tersebut menjadi sangat heboh karena faktanya mempelai pria merupakan anak dari mantan ketua umum PP Muhammadiyah sedangkan mempelai perempuan adalah cucu dari mantan ketua PWNU Yogyakarta, KH. Saiful Mujab.
Meskipun Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah adalah dua organisasi yang memiliki banyak perbedaan saat ini, perlu diingat bahwa dulunya dua ormas itu lahir dari orang dengan latar pendidikan yang sama. Dan diharapkan bersatunya keturunan para petinggi NU dan Muhammadiyah ini dapat mengingatkan masyarakat bahwa sebenarnya jarak kedua kelompok tidak sejauh yang dipikirkan. Kalau Haqy dan Selma saja bisa bersatu walau berbeda ormas, masak kalian nggak.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…