Ledakan besar yang terjadi di Beirut, Lebanon, beberapa waktu lalu memang sempat menyita perhatian dunia. Begitu dahsyatnya peristiwa yang terjadi akibat 2.750 ton amonium nitrat yang terbakar di sana, membuat Gubernur Lebanon, Marwan Abboud, menyamakannya dengan pemboman Kota Hiroshima di Jepang pada era Perang Dunia II.

Jika dilihat dengan seksama, ledakan besar yang terjadi memang dahsyat lantaran sanggup meluluhlantakkan gedung dan bangunan sekitarnya. Jumlah korbannya pun mencapai ribuan luka-luka dan puluhan meninggal dunia. Lantas, seperti apa jika dibandingkan dengan ledakan bom atom di Hiroshima?

Sama-sama membentuk ‘awan jamur’ saat ledakan terjadi

Bentuk awan jamur dari kedua ledakan yang terjadi di Lebanon (kiri) dan Hiroshima (kanan) [sumber gambar]
Baik peristiwa ledakan yang mengguncang Lebanon maupun Hiroshima, kedua kejadian beda waktu dan sejarah itu sama-sama menghasilkan bentuk seperti ‘awan jamur’ saat terjadi. Hanya saja, bentuk ‘awan jamur’ Hiroshima lebih besar lantaran dihasilkan dari bom atom berdaya hancur tinggi bernama Little Boy. Sementara di Lebanon, ledakan disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang terbakar sebelum meledak.

Meluluhlantakan area di sekitarnya hingga hanya tersisa puing-puing yang rusak

Ledakan yang hanya menyisakan puing-puing bangunan yang hancur [sumber gambar]
Ledakan besar yang terjadi di dua peristiwa besar seperti di Beirut Lebanon dan Hiroshima-Nagasaki juga sama-sama meninggalkan kehancuran yang luar biasa besar. Saat bom atom mengguncang pusat kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, hampir 80 persen wilayah kota hancur lebur akibat semburan awan panas. Sementara di Lebanon terlihat meluluhlantakkan wilayah di sekelilingnya hingga menyisakan kawah selebar 124 meter.

Dua peristiwa besar yang menimbulkan korban luka-luka maupun meninggal dunia

Peristiwa ledakan yang sama-sama menimbulkan korban jiwa dan luka-luka [sumber gambar]
Peristiwa yang mengguncang Lebanon dan Hiroshima juga menyisakan sejumlah korban meninggal dunia maupun luka-luka. Ada 70.000 sampai 80.000 dari jumlah 255.000 penduduk Hiroshima diperkirakan tewas seketika. Jumlah itu belum termasuk mereka yang menderita luka dan cacat permanen akibat radiasi yang ditimbulkan. Ledakan di Lebanon juga membuat jumlah korban meninggal meningkat menjadi 135 orang dan korban luka sekitar 5.000 orang.

Terjadi pada saat kedua negara sama-sama tengah dilanda konflik

Ledakan di Lebanon (kiri) dan ledakan di Hiroshima (kanan) [sumber gambar]
Saat peristiwa ledakan terjadi, Jepang dan Lebanon sama-sama tengah dilanda konflik berupa peperangan dengan negara lain. Amerika Serikat merupakan lawan daripada Jepang di Perang Dunia II hingga memutuskan untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Sedangkan Lebanon juga tengah mengalami konflik dengan Israel lewat kelompok Hizbullah saat peristiwa ledakan akibat amonium nitrat terjadi.

BACA JUGA: Geger Ledakan Dahsyat yang Guncang Lebanon, Dikatakan Mirip dengan Meletusnya Bom Hiroshima

Meski berbeda soal waktu kejadian dan latar belakang sejarah maupun penyebabnya, peristiwa ledakan di Beirut Lebanon maupun jatuhnya bom atom di Hiroshima-Nagasaki merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat tragis. Di mana nyawa manusia harus melayang sia-sia akibat ledakan dahsyat yang terjadi.