Konflik di Suriah terjadi sejak tahun 2011 silam. Pihak oposisi menekan pihak pemerintah hingga perang sipil tak bisa terelakkan lagi. Sayangnya perang yang terjadi di Suriah justru diintervensi banyak sekali negara besar di dunia. Mereka masuk sebagai pendukung pemerintah dan juga pendukung pihak oposisi.
Akibatnya Suriah sudah menjadi lahan perang. Bom dan tembakan terjadi di mana-mana. Ribuan orang meninggal dunia dengan mengenaskan. Terakhir, jutaan orang terpaksa mengungsi dan mencari suaka agar aman dan tak terbunuh saat perang menggempur rumah-rumah mereka.
Inilah tujuh negara asing yang terlibat perang sipil di Suriah!
1. Rusia
Rusia telah menjadi sekutu Suriah sejak tahun 1956. Saat Suriah mulai mengalami konflik hingga memanas, Rusia banyak sekali mengirimkan bantuan berupa persenjataan lengkap yang didatangkan langsung dari Moscow. Rusia menginginkan agar pemerintahan resmi milik Suriah berjalan dan diakui kedaulatannya.
2. Amerika
Amerika adalah negara yang mendukung gerakan pemberontakan di Suriah. Mereka mengirimkan banyak sekali persenjataan untuk pemberontak yang ingin pemerintahan di Suriah hancur. Selain itu Amerika juga mengirimkan pasukan militernya di daerah ini untuk melawan tentara loyal milik pemerintah.
3. Iran
Iran adalah negara yang banyak sekali membantu pemerintahan Suriah dalam perang sipil yang membuat jutaan warganya mengungsi. Iran memberikan bantuan teknis, persenjataan, dan uang yang cukup fantastis untuk mendukung semua orang di pemerintahan resmi agar bisa melawan pemberontakan.
4. Inggris dan Prancis
Tak bisa dipungkiri lagi jika Inggris dan Prancis adalah sekutu dekat Amerika. Jika saudara besarnya itu sudah bertindak, maka yang lain akan mengikuti. Inggris dan Prancis terlibat besar dalam pelatihan calon penyerang dari pihak oposisi Suriah. Mereka juga membantu senjata dan juga teknis agar pemberontak mampu memiliki kekuatan yang kuat.
5. Hezbollah
Hezbollah telah lama menjadi sekutu dari pemerintah yang saat ini menguasai Suriah. Saat negeri ini mulai mengalami konflik, Hezbollah ikut membantu hingga mendapatkan sangsi dari Amerika. Apa yang dilakukan Hezbollah ternyata tak berhenti, mereka mengirimkan sekitar 3.000 tentara hebat untuk membantu mengatasi konflik.
6. Turki
Turki juga merupakan negara yang mendukung pemberontakan kaum oposisi di Suriah. Mereka melakukan ini karena sejak awal memang tidak menyukai pemerintahan presiden yang saat ini memimpin. Selain itu Turki juga merupakan anggota dari NATO yang sangat loyal dengan misi yang dilakukan anggota terbesarnya, Amerika.
7. Liga Arab
Liga Arab menganggap apa yang dilakukan Iran dan Hezbollah membuat kekuatan militer di sana tidak seimbang. Hal ini memungkinkan adanya konflik yang mengerikan dan tidak sehat. Akhirnya Liga Arab memberikan banyak sekali bantuan kepada kelompok pemberontak agar kekuatan militernya semakin kuat.
Tujuh negara di atas terlibat sangat jauh dalam konflik militer di Suriah. Apa yang mereka lakukan justru membuat Suriah semakin kacau dan membuat jutaan orang tak bisa tinggal dan terpaksa mengungsi ke negara lain di Eropa atau Jazirah Arab. Miris sekali bukan?