Saat main ke pantai atau laut, lalu membuang sampah dengan melemparnya ke laut, pernah nggak sih membayangkan kemana perginya sampah itu? Ke dasar laut? Belum tentu, bisa jadi sampah-sampah itu nyangkut ke makhluk laut yang tinggal di sana dan melukai mereka. Jangan dikira ‘ini cuma plastik’ bisa menjadi pembenaran membuang sampah ke laut. Justru plastik ini bisa melukai dengan cara yang tidak kamu kira.
Beberapa waktu lalu, sebuah video muncul dan menjadi viral. Video tersebut menggambarkan seekor penyu dengan sedotan yang tersangkut di hidungnya. Sekelompok ilmuan berusaha menarik sedotan yang nyangkut di lubang hidung penyu laut tersebut kurang lebih selama 10 menit.
Christine Figgener dan koleganya saat itu sedang mengumpulkan data tentang penyu laut saat mereka menyadari ada sesuatu di lubang hidung penyu jantan seberat 35 kg tersebut. Ia dan anggota timnya mengambil sample kecil dari benda asing tersebut dan ternyata benda yang tersangkut tersebut adalah sedotan plastik.
Dengan menggunakan tang, para peneliti berusaha menarik sedotan dari hidng penyu laut yang kesakitan tersebut. Dalam video tersebut, diperlihatkan bagaimana penyu tersebut menutup mata saat proses yang terlihat sangat menyakitkan tersebut. Darah terlihat keluar dari hidup penyu yang malang itu sebelum akhirnya sedotan itu bisa diambil sepenuhnya.
Kemungkinan, penyu tersebut tidak sengaja menelan sedotan tersebut saat mencari makan, tersedak, kemudian berusaha memuntahkannya kembali. Namun karena saluran makan dan udara penyu saling terhubung, saat ia berusaha memuntakannya, sedotan tersebut salah jalur keluar dan tersangkut di lubang hidung reptil yang malang ini.
https://www.youtube.com/watch?v=-TxP7TXyn8g&feature=youtu.be
Menurut Christine Figgener, sampah seperti tas plastik atau sikat gigi biasanya berakhir di dalam perut binatang laut. Seringkali kait pancing juga tersangkut di mulut atau sirip penyu yang akhirnya jelas-jelas melukai binatang tersebut.
Nah, kalau sudah seperti ini, masak sih kamu masih mau membuang sampah sembarangan di laut? Yuk mulai memikirkan kehidupan makhluk lain di bumi karena kita tidak tinggal sendirian di sini.