Di jalan raya banyak sekali kecelakaan motor yang terjadi dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah karena ban meletus yang terjadi secara tiba-tiba. Banyak dari pengguna jalan yang jadi korbannya. Bahkan, banyak juga orang yang meninggal akibat ban meledak tersebut.
Nah, hampir semua orang heran akan terjadinya ban meletus tersebut. Ya bagaimana tidak, awalnya kondisi ban motor baik-baik saja. Namun ternyata ketika dipakai berkendara, ban tersebut meletus dan memakan korban jiwa. Oleh karena itu, kali ini Boombastis.com akan menjelaskan tentang penyebab dari ban motor yang tiba-tiba meledak. Yuk simak ulasan di bawah ini.
Sebelum mengendara, hal yang menjadi perhatian utama selain mesin adalah bagian ban. Yap, penggerak kendaraan tersebut harus mendapat perhatian lebih lantaran jika mengalami kerusakan, maka kita tidak akan bisa menjalankan motor. Nah, kebanyakan para pengguna motor memilih ban yang dipakai sesuai dengan keinginan, bukan kebutuhan. Padahal, belum tentu jenis ban tersebut sesuai dengan kondisi jalan yang akan dilalui nantinya.
Terkadang, para pengendara motor mengisi udara pada ban lebih banyak. Ini dilakukan agar ban bisa kuat menghadapi segala rintangan di jalan dan pastinya anti meletus juga. Namun, ternyata hal yang biasa dilakukan para pengendara tersebut tidak direkomendasikan Sahabat Boombastis.
Mungkin kita menganggap kalau ban ternyata tidak memiliki masa kadaluarsa. Namun, ternyata benda mati tersebut ternyata memiliki masa kadaluarsa. Dikutip dari terasbiker.com, kalau penanda ban kadaluarsa ada di bagian sisi luar roda dengan empat digit angka. Dua digit angka di depan menunjukkan minggu keberapa ban diproduksi. Sedangkan dua angka di belakang merupakan tahun ban dibuat. Lalu, masa kadaluarsa ban adalah selama lima atau enam tahun setelah diproduksi.
Terkadang, para pengguna motor tidak terlalu memperhatikan ban yang digunakan. Alasan yang sering dipakai adalah karena terburu-buru sehingga tidak sempat memeriksanya. Padahal, bisa jadi roda yang dipakai pada motor kalian merupakan hasil dari produksi gagal. Entah ada bagian yang berlubang atau terdapat keretakan.
Banyak pengguna motor yang nekat menggunakan bannya ketika sudah tipis. Mereka tetap kekeuh untuk memakainya dengan alasan ban masih bisa digunakan berkendara. Kemudian, para pengendara sering berpendapat, jika ban yang digunakan masih belum mengalami kerusakan parah, maka roda tak perlu untuk diganti.
Beberapa hal di atas merupakan sebagian besar penyebab dari meletusnya ban secara tiba-tiba. Oleh karenanya, kita harus lebih teliti lagi sebelum menggunakan ban untuk berkendara. Lalu, jangan lupa juga nih untuk selalu rutin melakukan perawatan roda secara berkala. Supaya kita terhindar dari yang namanya ledakan ban. Oke, cukup sekian artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa hati-hati dalam berkendara.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…