in

Waspadai Ancaman Penyakit Kencing Tikus yang Telah Memakan Korban di Indonesia

Penyakit kencing tikus atau yang disebut dengan Leptospirosis ternyata sudah memakan banyak korban. Di antaranya adalah yang terjadi di daerah Boyolali. Di sana, selama dua bulan ini sudah ada empat orang yang meninggal karena penyakit kencing tikus tersebut. Para warga tak menyangka dengan penyakit yang ternyata dampaknya bisa berakibat meninggal dunia.

Dari penyebaran penyakit Leptospirosis tersebut, Dinas Kesehatan yang ada di Boyolali menyebutkan kalau warga di sana masih sangat kurang pemahaman tentang ini. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang terlambat dalam mendapatkan penanganan. Jadi untuk lebih jelasnya bagaimana penyakit kencing tikus ini, simak terus yuk ulasan di bawah ini.

1. Penyakit kencing tikus yang ternyata bukan dari hewan pengerat saja

Hewan ternak dan binatang peliharaan bisa terjangkit penyakit kencing tikus [Sumber Gambar]
Leptospirosis disebarkan oleh urine atau darah hewan yang sedang terjangkit penyakit ini. Hewan yang bisa membawa penyakit satu ini ternyata enggak hanya dari tikus aja lho Sahabat Boom. Namun ada beberapa hewan seperti anjing ataupun binatang ternak misalnya sapi. Binatang-binatang tersebut bisa terinfeksi penyakit kencing tikus karena makanan yang kotor atau tempat hidup mereka yang tidak secara rutin untuk dibersihkan. Jadi untuk Sahabat Boom yang punya hewan peliharaan atau binatang ternak, wajib banget tuh untuk menjaga kebersihan dari makanan sampai kandangnya.

2. Penyebaran penyakit yang bisa dari mana aja

Kawasan banjir lebih rentan terjangkit penyakit kencing tikus [Sumber Gambar]
Untuk yang daerahnya sering dilanda banjir, harus lebih waspada lagi deh. Karena penyakit kencing tikus ini bisa menyebar melalui banjir. Kemudian, lebih parahnya lagi bakteri yang sudah mengendap di air bisa bertahan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Selanjutnya, kuman penyakit kencing tikus tersebut juga dapat menyebar melalui gigitan hewan atau minum air yang sudah terkontaminasi oleh Leptospirosis. Sehingga kita harus lebih berhati-hati lagi nih Sahabat Boom, khususnya untuk daerah yang sedang terkena bencana banjir.

3. Leptospirosis dapat masuk ke tubuh melalui beragam cara

Bisa masuk ke tubuh melalui mulut dan luka [Sumber Gambar]
Bakteri dari penyakit kencing tikus bisa masuk ke tubuh melalui bagian-bagian tertentu lho Sahabat Boom. Contohnya dari mata, hidung, mulut dan luka yang ada pada permukaan kulit. Kuman tersebut bisa masuk ke dalam tubuh orang yang biasanya bekerja di tempat yang banyak mengandung tanah ataupun air. Tapi enggak menutup kemungkinan juga nih untuk orang yang sedang berkunjung ke kawasan alam liar seperti ke hutan atau sekedar berkemah. Karena di daerah yang seperti itulah, penyakit kencing tikus ini dapat menyebar dengan cepat.

4. Gejalanya yang mirip dengan penyakit pada umumnya

Gejala awal yang mirip dengan penyakit masuk angin [Sumber Gambar]
Perlu dicatat baik-baik nih Sahabat Boom kalau Leptospirosis punya gejala yang mirip dengan penyakit flu biasa. Jadi banyak orang mengira kalau itu hanyalah gejala flu yang akan sembuh dalam beberapa hari. Contohnya saja seperti mual, muntah, meriang, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, kemerahan di area mata. Namun, jika ini tidak segera dibawa ke dokter akan muncul gejala lain yang lebih parah seperti sakit di area dada, nafas yang pendek, pergelangan tangan yang tiba-tiba membengkak, warna kulit atau bagian putih mata yang menguning dan batuk darah. Kalau sudah seperti ini, wajib untuk dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Jangan biarkan ini terlalu lama ya Sahabat Boom, supaya penyakitnya tidak tambah menyebar ke area tubuh yang lain.

5. Agar tidak terserang penyakit kencing tikus, bisa dicegah dengan cara ini kok

Jangan lupa untuk vaksin hewan peliharaan [Sumber Gambar]
Melihat penyebaran penyakit kencing tikus yang sangat mudah, kita bisa kok untuk mencegahnya. Caranya dengan cuci tangan setelah memegang hewan yang kemungkinan besar bisa terjangkit penyakit kencing tikus. Kemudian jangan pernah menyentuh secara langsung bangkai hewan ya, karena bisa saja binatang tersebut sudah terjangkit virus. Lalu untuk yang punya hewan peliharaan harus menjaga kebersihan makanan dan kandangnya. Selain itu jangan lupa untuk vaksin binatang kesayangannya ya.

Ternyata penyakit yang berasal dari kencing tikus ini sudah tidak bisa diremehkan lagi. Jadi kita harus lebih waspada dengan penyakit yang sudah mulai merajalela di Indonesia ini. Jangan sampai kita atau kerabat terdekat terjangkit virus dari Leptospirosis. Jangan lupa dengan saran yang sudah dijelaskan di atas tadi. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Soleh Pati, Pelukis Sosok ‘Makhluk Gaib’ yang Membuat Bulu Kuduk Langsung Berdiri

Berjuang Demi Keyakinan, Kisah Haru Gadis Sunda Wiwitan Ini Bikin Hati Terenyuh