Ibadah haji merupakan salah sat bentuk penghambaan diri kepada perintah ALLAH SWT. Bagi yang mampu, mereka wajib melaksanakan rukun Islam ke-5 ini. Namun apa yang dilakukan oleh nenek Marsiyem ini membuat terenyuh siapa saja. Bayangkan, di usianya yang telah senja, semangatnya untuk pergi berhaji begitu kuat meski dihimpit keterbatasan ekonomi.
Bahkan, ia harus rela menempuh jarak hingga 20 km setiap hari agar bisa menyimpan uang untuk tabungan haji. Bukan tanpa sebab, profesinya sebagai penjual bunga kenanga mengharuskan nenek Marsiyem mengayuh sepedanya menuju tiga desa di Blitar, yaitu Purwokerto, Karanggayam dan Pakisrejo. Lantas, apa yang menjadi rahasia kuatnya si nenek yang kini menginjak usia 90 tahun itu?
Menjalani profesi sebagai penjual bunga selama 70 tahun, nenek Marsiyem memaknai perjalanan hidupnya dengan lebih bijaksana. Di sisa usianya, ia beranggapan bahwa umurnya kini hanya tinggal untuk beribadah kepada sang pencipta. Ia tak lagi bekerja sekeras saat dirinya masih berusia muda.
Tak hanya rajin bersyukur, Nenek Marsiyem ternyata konsisten menjaga dua ibadah penting yang dianjurkan dalam agama Islam. Apa itu? Selain tak pernah meninggalkan shalat wajib, Nenek 90 tahun ini juga menjaga ibadah Tahajud di sepertiga malam dan Dhuha di awal waktu pagi.
Dirinya juga tercatat sebagai Calon Jamaah Haji (CHJ )tertua. Di mana nenek Marsiyem termasuk ke dalam kloter 56 embarkasi Juanda bersama 902 CJH lainnya asal Kabupaten Blitar. Hanya tinggal menunggu waktu, nenek Marsiyem bakal datang bertamu ke rumah ALLAH di tanah Arab. Masyallah ya Sahabat Boombatis!