Setiap kisah tentang pengusiran etnis adalah hal yang menyedihkan dan membuat miris. Tidak hanya membuat korbannya kehilangan tempat tinggal, beberapa di antaranya bahkan sampai ada juga yang meninggal dunia.
Meski banyak terjadi di masa lalu, ada beberapa kisah miris pengusiran etnis yang ternyata juga jarang didengar. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Pengusiran Muslim dari Spanyol
Selama berabad-abad, Spanyol dan semenanjung Iberia sebenarnya kaya akan sejarah Islam. Hanya saja pada abad ke-15, warga non-Kristen yang tinggal di Spanyol mengalami masalah besar. Raja Ferdinand dan Ratu Isabella yang berkuasa di Spanyol berusaha menyingkirkan Islam dari tanah mereka dengan menawarkan kekayaan dan tanah bagi mereka yang mau berganti menganut Kristen.
Dengan keputusan itu, maka terjadilah pemberontakan yang meluas di seluruh negeri terutama di wilayah selatan. Banyak yang pura-pura pindah agama, namun sebenarnya masih menjaga dan menganut agama Islam secara rahasia. Di akhir tahun 1610an, 90 persen Muslim sekitar 243 ribu orang yang tinggal di Spanyol telah berhasil dipaksa keluar dari negara tersebut.
2. Navajo
Tahun 1863, Kit Carson mendirikan perkemahan di dekat wilayah suku Navajo. Di bawah perintah militer, mereka kemudian melakukan agresi terhadap suku Navajo yang sebenarnya adalah suku asli wilayah tersebut. Agresi dilakukan dengan membakar tanaman, membunuh ternak, serta menghancurkan persediaan makanan. Suku Navajo akhirnya menyerah dan pasrah dengan nasib seperti apa yang mungkin mereka terima dari pemerintah saat itu.
Ketika sampai di Bosque Redondo, mereka hanya menemukan rumah-rumah yang dibangun dari cabang pohon dan sisa-sisa tenda kanvas. Air minum yang terkontaminasi, makanan yang dirusak hama dan penyakit yang mulai menjangkiti mereka sejak berangkat akhirnya berlanjut menjadi wabah di tempat tinggal mereka yang baru. Banyak suku Navajo dan Apache yang juga dipaksa tinggal di sana akhirnya meninggal dunia.
3. Chagossian
Warga Chagossian adalah keturunan bangsa Afrika, India dan Melayu yang tinggal di kepulauan Chagos terutama pulau Diego Garcia, Peros Banhos, dan kepulauan Salomon serta beberapa pulau-pulau kecil lainnnya. Selama beberapa generasi, mereka menjalani hidup dengan damai dan bergantung pada perikanan. Namun sejak tahun 1970an, warga Chagossian terusir dari tempat tinggalnya sendiri.
Pesan yang terbongkar dari tahun 1960an membuka persetujuan antara Amerika dan UK yang menyebutkan bahwa mereka akan membuat pulau-pulau tersebut tidak dihuni kecuali oleh burung camar. Alasannya adalah karena milter Amerika tidak mau ada penduduk yang tinggal di dekat pangkalan militer mereka.
4. Peraturan Italianisasi
Ketika Mussolini meraih kekuasaan pada tahun 1922, ia mulai menjalankan kebijakan Italianisasi. Kebijakan ini dilakukan dengan membersihkan Italia dari mereka yang dianggap orang asing, termasuk wilayah Tyrol Selatan yang banyak dihuni oleh penduduk Jerman.
Buku teks ditulis ulang untuk menghilangkan pengaruh dan budaya Jerman. Hitler dan Mussolini kemudian membuat perjanjian dengan mempersilahkan masyarakat untuk memiih tetap tinggal di Italia dan menghapus semua warisan dan budaya Jerman, atau pergi Jerman dan bergabung dengan partai Nazi. Sebanyak 86 persen atau sekitar 75 ribu penduduk memilih meninggalkan Italia.
5. Kanada Mengusir Penduduk Jepang
Ketika Kanada mendeklarasikan perang terhadap Jepang, keluar perintah untuk mengevakuasi setiap warga Kanada Jepang untuk dipindahkan ke wilayah yang disebut “area protektif”. Ribuan orang hanya diberi waktu beberapa jam untuk membawa barang yang mereka bisa sebelum dibawa dengan kereta ke kota yang sunyi.
Sebanyak 4 ribu orang dengan sepertiga diantaranya masih di bawah 16 tahun dan setengah dari mereka sebenarnya lahir di Kanada dibawa kembali Jepang. Negara yang runtuh dilanda perang dan belum pernah dilihat sebelumnya oleh orang-orang terusir ini.
Terkadang keinginan atas kekuasaan memang membuat seseorang tidak mau tahu terhadap nasib orang lain. Hal ini pulalah yang membuat terjadinya pengusiran etnis seperti ini. Jika dilihat dengan kaca mata modern, tentu hal ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Tapi toh ternyata di belahan bumi lain kisah kekejaman seperti ini ternyata masih terjadi. Bahkan yang terbaru, calon presiden Amerika Donald Trump berpidato di depan orang banyak dengan menebarkan kebencian terhadap Muslim.