Pengemis semestinya bukan profesi. Orang mengemis hanya jika terpaksa karena kondisi tubuh yang terlalu lemah untuk bekerja. Kita sebagai orang yang bekerja dan berpenghasilan kadang merasa kasihan kepada mereka yang mengemis. Apalagi jika usia mereka sudah senja. Tanpa berpikir panjang kita akan terdorong untuk membantu mereka dengan member uang tunai.
Masih ingat pengemis berkostum Winnie the Pooh yang pernah viral di media social? Wajahnya yang lusuh dan perawakannya yang bungkuk membuat kakek tua di Sidoarjo ini mendapat banyak belas kasihan dari netizen. Faktanya, setelah ditelusuri oleh dinas sosial, kakek tersebut memiliki rumah dan sejumlah kendaraan. Dia bahkan mungkin lebih kaya daripada mereka yang memberinya sumbangan. Fenomena ini tidak hanya terjadi sekali dua kali di Indonesia. Masih banyak pengemis-pengemis kaya lainnya yang membuat kita geleng-geleng kepala.
Kakek Suwadi
Inilah kakek yang sering berkeliaran di Sidoarjo dengan berkostum Winnie the Pooh. Ia mengaku hidup sebatang kara dan memiliki penyakit stroke. Bagi mereka yang tidak tahu identitasnya yang sebenarnya akan memberinya uang seikhlasnya untuk makan dan berobat. Mengetahui ada pengemis dengan kondisi mengenaskan seperti itu, dinas sosial tentu tidak tinggal diam. Mereka menjemput Kakek Suwadi untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Walang bin Kilon
Walang bin Kilon dan kawannya, Sa’aran memulai profesi mereka sebagai pengemis untuk mendapatkan tambahan biaya haji. Ia berangkat dari kampung halamannya, Subang ke Jakarta sambil membawa gerobak. Di Jakarta, mereka bermain peran. Sa’aran berakting sebagai orang sakit yang tinggal di gerobak. Sementara Walang menarik gerobak tersebut sambil mencari belas kasihan.
Irfan
Siapa yang menyangka jika seorang pengemis bisa memiliki iPhone 5s dan Samsung Galaxy Note 3 sekaligus. Irfan, seorang pengemis yang ditangkap di Sarinah memiliki dua ponsel tersebut dan mengantongi uang tunai senilai satu juta rupiah.
Muklis
Orang rupanya tidak perlu memiliki rekening bank untuk bisa menyimpan uang 90 juta rupiah. Muklis, pengemis yang biasa bekerja di Jakarta Selatan benar-benar mengantongi uang sebanyak 90 juta di rupiah di celananya. Sekilas memang ia tidak tampak memiliki tas atau barang lain yang bisa digunakan untuk menyimpan uang sehingga kita kasihan melihatnya tidak memiliki apa-apa. Tapi jika kita geledah pakaiannya, timbunan uang mulai bermunculan.
Setelah membaca cerita seperti ini, jangan lagi terkecoh dengan penampilan pengemis yang menyedihkan. Siapa tahu mereka memiliki harta dan tabungan yang jauh lebih besar daripada kita. Lebih baik sumbangkan uang kita ke yayasan atau badan amal.