in

Mobil Ambulans Dikawal oleh Pengendara Motor Biasa, Gimana Ya Aturan Sebenarnya?

Fenomena pengawalan ambulans dengan menggunakan motor bisa dibilang sudah jadi tradisi di negara kita. Ini dikarenakan banyak pengguna jalan yang sedikit egois kalau ada mobil ambulans hendak lewat. Meskipun sirine dan lampu strobo sudah dinyalakan, tapi tetap saja para pengguna jalan mengabaikan hal tersebut.

Maka dari itu, banyak orang-orang yang harus ikut turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Mulai dari pengemudi ojek online hingga ada komunitas untuk membantu ambulans lewat. Nah, dengan adanya para pahlawan ambulans, banyak nyawa yang terselamatkan karena tak terlambat mendapatkan penanganan.

Banyak motor kawal ambulans [Sumber Gambar]
Meski maksudnya baik, ternyata ada juga para pengguna jalan yang protes. Alasannya karena para pengguna motor tadi dianggap tidak punya hak untuk mengawal ambulans. Hanyalah polisi yang bisa mengawal mobil pembawa orang sakit tersebut.

Ambulans dikawal polisi [Sumber Gambar]

Anggapan tersebut ternyata ada benarnya lho, Sahabat Boombastis. Sebab mengawal itu menyangkut tentang pengamanan yang berarti berhubungan dengan kepolisian. Hal ini juga disampaikan dalam Pasal 14 Ayat (1) huruf “a” Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Di sana disebutkan kalau Polri bertugas melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan. Lalu, masih di ayat yang sama di huruf “b” , jika Polri menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan.

Ambulans jadi prioritas di jalan [Sumber Gambar]
Nah, dari pasal tersebut sudah jelas kalau hanya Polisi saja yang berhak mengawal mobil ambulans. Alasannya karena dalam kegiatan ini secara tidak langsung “merampas” sementara hak-hak pengguna jalan lain. Sehingga kalau pengawalan ambulans ini dilakukan oleh orang-orang sipil, maka bisa dianggap melanggar Pasal 14 Ayat (1) yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya.

Jadi fenomena ini bisa dibilang melanggar aturan yang ada. Tapi jika ingin jalanan tertib tanpa ada pengawalan ambulans dari orang sipil, maka para pengguna jalan juga perlu untuk menaati aturan. Salah satunya adalah memprioritaskan mobil ambulans untuk lewat terlebih dahulu. Seperti yang tercantum dalam Pasal 134 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jika ambulans merupakan kendaraan nomor dua setelah mobil pemadam kebakaran yang harus diprioritaskan di jalan.

Nah, pertanyaannya sudahkah kita menjadi pengguna jalan yang sadar prioritas dengan mau memberikan jalan pada ambulans? Sepertinya sih belum banyak yang mau ‘ngalah’ di jalan, ya. Setelah baca ini, yuk lebih sadar berlalu lintas.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Mengenal Pak Masran, Sosok yang Berperan Sebagai Polisi di Berbagai Sinetron Indonesia

5 Penyebab Perang Suriah yang Harus Diwaspadai Indonesia Agar Tak Terjadi di Negeri Sendiri