Kamu pernah bukan melihat foto orang-orang yang berhasil sampai di puncak gunung guys? Ya, mereka tampak gagah, keren, dan sangat bahagia. Saat melihat foto-foto keren itu, sebagian besar kita lupa apa yang harus mereka hadapi selama perjalanan hingga bisa mencapai puncak tersebut. Jalan berliku, kelelahan yang sangat hebat, hingga beban-beban berat yang harus dipikul.
Sama halnya saat kita melihat kesuksesan orang lain saat ini, harus juga dong kita tilik bagaimana jatuh bangunnya sehingga bisa sampai merengkuh kesuksesan. Nah, kali ini Boombastis bakalan mengulik perjalanan penulis, sutradara, aktor, sekaligus komika kenamaan tanah air, Raditya Dika. Sebelum sukses seperti sekarang, banyak lho pahitnya rasa hidup yang harus dia cecap. Dan, berikut ini uraiannya Sahabat.
Berawal dari blogger yang diremehkan
Memiliki nama lahir Dika Angkasaputra Moerwani, pria yang akrab disapa Dika ini awalnya hanya remaja yang suka menulis curhat di buku diary. Berjalannya waktu, Dika mengabadikan tulisan-tulisannya di blog. Isinya pun cukup unik, yaitu menguak cerita sehari-hari yang cenderung konyol dan menertawakan kegagalan-kegagalannya. Tapi yang istimewa, di setiap cerita tetap ada hikmah yang bisa diambil pembaca.
Tak begitu laku, bukunya dibeli oleh ibunya sendiri
Memiliki banyak penggemar di blog tak lantas membuat buku Dika seketika laris diserbu pembeli. Ada masa-masa bukunya dipandang sebelah mata. Beruntungnya, buku Dika kemudian diborong oleh seorang pembeli. Tak tanggung-tanggung, pembeli tersebut langsung memborong sebanyak 100 eksemplar. Dika yang sempat putus asa pun kembali memperoleh suntikan semangat yang luar biasa.
Pernah nekat jadi badut Monas
Untuk membuat tulisan yang membuat orang tertawa sekaligus baper di waktu bersamaan bukanlah hal yang mudah. Hal ini diceritakan Dika pada bukunya yang berjudul Radikus Makan Kakus. Untuk membuat buku tersebut, Dika berkeinginan menjadi badut untuk meneliti hidup orang-orang yang berprofesi tersebut. Ia pun berkeliling mencari pinjaman kostum badut.
Sempat stress selama menjadi pekerja kantoran
Meski kini memiliki banyak pegawai yang membantu kesehariannya, Dika tak pernah lupa cerita ketidaknyamanannya saat menjadi pegawai kantoran. Meski tiap bulan pasti mendapat uang gajian, tapi pria kelahiran Jakarta ini merasa ada sesuatu yang kurang. Terlebih ia merasa disepelekan oleh atasan tempatnya bekerja, belum lagi tiap harinya ia terus menerus dikejar deadline tanpa henti yang tak ayal membuatnya stress.
Berkali-kali ditolak cinta dan ditinggalkan kekasihnya
Sebelum akhirnya bertemu dengan Aniza Aziza dan menikah, Dika mengalami banyak fase sakit hati akibat urusan asmara. Mulai dari ditolak dengan semena-mena, diselingkuhi, bahkan ditinggal menikah saat lagi sayang-sayangnya.
BACA JUGA: 11 Potret Kocak Nikahan Raditya Dika Bikin Netizen Heran: Beneran Sudah Jadi Suami Orang?
Kini, Dika memang lebih kental dengan image selebritas tajir dengan tingkah konyol yang sekalipun nggak pernah ia tinggalkan. Tapi di balik itu semua, perjalanan karir dan hidupnya patut dicontoh oleh anak zaman now. Nggak sekedar alay ya, tapi juga mampu menelurkan karya-karya spektakuler di berbagai bidang.