Paleolitikum adalah era di mana semua manusia hidup dengan cara berburu dan berpindah serta memiliki ketergantungan terhadap alam yang sangat tinggi. Era ini perlahan menghilang saat manusia mulai mengembangkan teknologi agrikultur yang membuat mereka akhirnya menetap dan mengembangkan peradaban.
Bicara soal kehidupan leluhur yang suka berburu dan berpindah tempat, ada lho seseorang yang hidup seperti itu di zaman sekarang ini. Bernama Angelo Valkenborg, pria ini mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menjalani rutinitas harian seperti para leluhur. Tinggal di hutan dan menyatu dengan alam.
Tentu saja hal ini adalah fenomena yang cukup aneh. Bagaimana mungkin seseorang bisa meninggalkan nyamannya peradaban dan memilih untuk hidup di hutan. Tapi, Angelo punya prisipnya sendiri soal itu. Nah, bagaimana kisah pria yang sangat menyayangi alam ini? Berikut ulasannya.
1. Memilih Hidup di Alam dan Mengorbankan Semuanya
Pria 31 tahun ini memiliki segalanya, pekerjaan mapan, istri cantik, dan juga rumah yang nyaman di Belgia. Jika bagi banyak orang hal tersebut sudah sangat membahagiakan, tapi ternyata tidak begitu dengan Angelo. Ia merasa masih belum menemukan kebahagiannya yang sebenarnya.
Pilihannya jatuh kepada yang kedua dan membuatnya kehilangan apa pun yang dimilikinya. Semua yang diimpikan oleh pria kebanyakan, istri cantik dan pekerjaan mapan. Bahkan ia juga menjual rumah kesayangannya agar lebih total dalam menjalani kehidupan di alam. Sebuah mobil hasil jerih payahnya pun juga tak luput untuk dijualnya.
Ia mengaku jika keputusan ini sudah lama ingin diambilnya. Tak ada sesal, semua dilakukan untuk memenuhi panggilan jiwanya meskipun hal tersebut mengorbankan semuanya.
2. Skill Survival Mumpuni
Kini Angelo tinggal di sebuah hutan di Slovenia dan benar-benar mandiri dengan tidak bergantung kepada apa pun selain alam dan peralatan survival. Tidak hanya berbekal peralatan bertahan hidup, ia sendiri tahu betul bagaimana menjalani hidup di alam. Pria nyentrik ini sudah hampir empat tahun mempelajari apa pun tentang survival.
3. Terkendala Masalah Hukum
Memutuskan untuk hidup di hutan bukan berarti ia bisa benar-benar bebas. Aktivitas yang dilakukannya masih dibatasi dengan hukum terutama untuk masalah pemanfaatan kekayaan alam, misalnya saja larangan berburu hewan-hewan besar. Yup, jika dulu nenek moyang bisa dengan leluasa berburu, hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh Angelo atau dirinya bakal berhadapan dengan hukum.
4. Tetap Terkoneksi dengan Manusia
Meskipun hidup di hutan, Angelo masih membawa sebuah gadget kekinian bersamanya yakni sebuah smartphone dan charger berpanel surya. Berbekal smartphone ini ia juga seringkali meng-update foto-foto di akun Instagram-nya. Ada cukup banyak foto-foto keren yang menunjukkan potret kehidupannya di alam liar. Akun Instagram-nya sendiri di-follow sebanyak 9200an orang.

Tak hanya update Instagram, ia juga menulis di web dan juga blog pribadinya. Di sana ia sering curhat ini dan itu soal kehidupannya. Cukup sering juga ia memberikan pengetahuan baru serta membuat tulisan-tulisan keren yang erat kaitannya dengan kecintaan terhadap alam.
Setiap orang berhak menjalani kehidupan sesuai dengan keinginannya. Pasalnya, masing-masing punya cara pandang yang berbeda. Termasuk Angelo yang memilih untuk meneruskan hidup di alam seperti zaman nenek moyang. Meskipun cukup kontroversial, tapi setidaknya pria ini tahu cara berterimakasih kepada alam yang telah memberinya banyak hal.