Kalau kamu bilang anak-anak hanya bisa main, kamu salah besar. Memang sekarang ini kebanyakan anak-anak menghawatirkan masalah kecil seperti selfie, sms, main game, dan beberapa hal tipikal lainnya. Tapi ternyata ada sebagian anak yang memiliki pemikiran lebih dari itu.
Anak-anak sebenarnya juga memiliki pemikiran-pemikiran hebat tersendiri yang terkadang jauh dari pemikiran kita. Contohnya coba kamu lihat beberapa anak-anak ini. Di usia mereka yang masih muda, mereka sudah berpikiran membuat penemuan yang bermanfaat seperti berikut ini.
Pada tahun 2012, gadis berusia 13 tahun membuat bisnis dengan meciptakan lolipop yang menyembuhkan cegukan. Ide Kievman ini muncul saat ia mengalami cegukan yang sulit sembuh dua tahun sebelumnya dan memutuskan untuk mencari tahu cara tradisional untuk menyembuhkan cegukan. Ia sudah mencoba berbagai hal mulai dari minum air dengan gelas terbalik hingga minum air garam.
Anak kecil berusia 11 tahun ini menciptakan alat sederhana yang bisa membantu orang tua agar tidak meninggalkan anaknya di dalam mobil. Setelah Andrew Pellham mengetahui bahwa 38 anak meninggal setiap tahunnya karena ditinggalkan dalam mobil yang panas, ia merasa bahwa ia harus melakukan sesuatu, maka ia membuat alat ini.
Saat berusia 8 tahun, Kylie Simonds menderita rhabdomysarcoma yang merupakan salah satu penyakit kanker. Saat menjalani perawatan, ia sering tersandung tali infus dan membawa tongkat penggantung infus kemana-mana terlalu berat untuknya.
Anthony Halmon menjadi ayah saat ia masih muda dan baru kelas 3 SMA. Ia tumbuh di lingkungan yang keras dengan banyak anggota geng. Saat ia menjadi ayah itulah ia bertekat mengubah hidupnya demi masa depan putrinya.
Alat yang ia sebut dengan Thermofier ini menurutnya adalah pengembangan dari model yang sudah ada di pasaran. Ide ini muncul karena ia khawatir dengan keadaan putrinya dan tidak selalu bisa mengetahui dengan mudah jika bayinya sedang tidak enak badan. Penemuan ini membuatnya diundang ke Gedung Putih dan bertemu dengan presiden Obama.
Param Janggi, pelajar berusia 17 tahun di SMA Plano East berhasil menciptakan sebuah alat yang ramah lingkungan yang mampu membersihkan knalpot yang biasanya menyebabkan polusi udara. Alat yang ia sebut dengan Algae Mobile ini dimasukkan dalam knalpot di bagian belakang mobil. Lewat proses fotosintesis, algae tersebut menyerap gas dan tabung alumunium mengubah karbon dioksida menjadi oksigen.
Kenneth Shinozuka, 15 tahun memenangkan hadiah senilai 50.000 dolar dan penghargaan American Science in Action Award atar penemuannya. Kakeknya yang menderita Alzheimer sering tiba-tiba terbangun dan berjalan-jalan di tengah malam yang kadang membuatnya terluka karena terjatuh atau sejenisnya. Kondisi kakeknya inilah yang kemudian menginspirasinya membuat alat ini.
Boyan Slat, 19 tahun menyatakan bahwa ia telah membuat alat yang bisa membersihkan sebagian dari 20 milyar ton plastik sampah di lautan di dunia. Idenya adalah beberapa alat yang mengambang di laut dan menggunakan platform untuk mengumpulkan sampah plastik yang mengambang. Konsep pembersihan laut ini didesain untuk bisa mengambil sampah tapi tetap membiarkan ikan dan plankton tetap bisa lewat tanpa terlukai. Sementara itu, sampah yang diambil kemudian akan didaur ulang.
Meskipun dibuat dari kotoran sapi, penyegar udara buatan dua remaja SMA di Jawa Timur ini memiliki aroma alami tanaman. Dwi Nailul Izzah dan Rintya Aprianti Miki memenangkan olimpiade Sains dengan pengharum udara ramah lingkungan buatan mereka ini. Menurtnya, pengharum ini bagus untuk kesehatan karena tidak mengandung zat kimia berbahaya seperti penyegar tanaman lain yang ada di pasaran.
Sebuah berita tahun 2011 tentang sebuah tes yang dikembangkan untuk mendeteksi awal kanker pankreas benar-benar mengejutkan dunia. Hal ini tidak lain karena tes tersebut belum pernah dikembangkan bahkan oleh institut penelitian kanker terkenal, tapi seorang remaja berusia 15 tahun, Jack Andraka menciptakan alat yang memungkinkan adanya tes ini.
Eesha Khare, pelajar berusia 18 tahun ini berhasil menciptakan alat penyimpanan energi yang bisa terisi penuh hanya dalam waktu 20 hingga 30 detik. Alat yang disebut dengan supercapacitor ini mampu menyimpan banyak energi dalam tempat yang kecil, mampu terisi ulang dengan cepat, dan mampu bertahan lama. Tidak hanya itu saja, alat ini bisa diisi ulang hingga 10.000 kali jika dibanding dengan baterai biasa yang biasanya hanya mampu diisi ulang hingga 1.000 kali.
Anak-anak ini membuktikan bahwa remaja dan anak-anak memang tidak hanya melulu soal bermain. Beberapa di antara mereka bahkan memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya menjaga alam, lingkungan, serta kesehatan yang mendorong mereka membuat penemuan-penemuan ini.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…