Kini banyak sekali tayangan televisi dengan mengusung tema traveling. Dari mulai menjelajah hutan, lautan hingga pucuk gunung tertinggi menjadi destinasi wisata pilihan mereka. Selain menyajikan pemandangan super keren, tayangan tersebut juga memberikan pengetahuan untuk merawat dan menjaga alam.
Baca Juga : 4 Kasus Pembunuhan Hewan Keji Oleh Orang Indonesia yang Bikin Gregetan
Salah satu tujuan para traveler untuk mengadu adrenalin adalah gunung. Sayangnya, banyak dari kita keliru ketika menjamah hutan untuk menuju puncak. Akibatnya diri sendiri, orang di sekitar kita dan kehidupan dunia yang mendapatkan dampaknya. Lalu seperti apakah tingkah para pendaki gunung yang berakibat fatal bagi kehidupan dunia ini? Berikut ulasannya.
Deman naik gunung mulai muncul pada awal tahun kemarin. Banyak orang berbondong-bondong menaiki gunung hanya untuk foto dengan membawa sepotong kertas yang bertuliskan testimoni pribadi. Sayang, bukannya membawanya pulang, kertas-kertas ini dibiarkan menumpuk di atas gunung.
Tak cukup mencorat-coret dinding di tembok-tembok kota, kini banyak orang berpindah mencorat-coret kayu dan juga batu di atas gunung. Banyak orang berfikiran bahwa menuliskan sesuatu di pohon tersebut menjadi sebuah bukti bahwa mereka pernah berkunjung ke gunung tersebut.
Kebakaran yang terjadi Gunung Lawu pada Senin kemarin bukanlah karena faktor alam yang terlalu panas sehingga beberapa pohon terbakar. Namun, bencana tersebut terjadi karena adanya percikan api yang masih belum padam dan ditinggalkan oleh para pendaki yang menjadi korban kebakaran di Gunung Lawu.
Baca Juga : 5 Alasan Berkebun di Rumah Bisa Menyelamatkan Bumi dan Hidupmu
Ratusan jenis tanaman dan hewan langka yang ada di hutan kini terancam punah. Bukan hanya karena adanya kerusakan hutan secara alamiah, namun juga karena faktor manusia. Mulai dari pembuangan sampah hingga vandalisme mengakibatkan perilaku hewan berubah sementara tanaman langka mulai mati.
Banyak pendaki gunung yang sengaja membawa pulang tangkapannya untuk dijual kembali. Namun, tak sedikit orang yang tega membunuh beberapa hewan untuk mendapatkan keuntungan sendiri. Seperti harimau atau ular, mereka tak segan-segan membunuh hewan-hewan tersebut dan hanya membawa pulang kulitnya saja.
Baca Juga : 4 Perlengkapan PENTING yang Wajib Dibawa Perempuan Saat Traveling
Memang tidak mudah untuk mengubah kebiasaan yang kita bawa di kehidupan sehari-hari. Namun banyaknya tingkah laku para pendaki yang kelewatan batas ini juga membuat kehidupan dunia dan orang di sekitar kita mendapatkan akibatnya. Kondisi lingkungan tersebut akan berpengaruh terhapap kondisi kita juga. Karena itu sudah selayaknya kita meninggalkan kebiasaan yang berakibat buruk kepada orang lain dan mulai menjaga dan merawat lingkungan kita.
Belakangan ini, dunia perfilman Indonesia dihebohkan oleh pengangkatan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi…
Lagu ‘Garam dan Madu’ yang dibawakan oleh Tenxi, Jemsii, dan Naykilla menjadi fenomena musik yang…
“Ubur-ubur ikan lele. Kasus korupsi Pertamina nyembur, se-Indonesia heboh, le!” Heran melihat tiba-tiba banyak SPBU…
Kurma jadi salah satu makanan yang identik dengan bulan Ramadan. Setiap bulan suci ini datang,…
Komedian Nunung kembali menjadi sorotan setelah mengungkap perjuangannya melawan penyakit yang mengharuskannya menjalani pengobatan tanpa…
Band punk asal Purbalingga, Sukatani, menjadi sorotan setelah mengumumkan penarikan lagu mereka yang berjudul "Bayar…