Belakangan masyarakat Indonesia tengah dibikin gaduh dengan pemberitaan soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), yang kemudian berujung kontroversial karena dianggap mengubah kandungan nilai dan isi Pancasila. Di mana Pasal 7 draf RUU termuat konsep Trisila dan Ekasila sebagai bentuk kristalisasi Trisila.
Tentu yang semacam ini mengejutkan, karena Pancasila sudah menjadi dasar negara sejak awal masa kemerdekaan dulu. Soal Pancasila, ada satu kisah miris yang patut juga kita ketahui. Ini adalah tentang Sudharnoto, sang pencipta lagu Garuda Pancasila yang dulu mungkin sering kita nyanyikan saat sekolah. Pria ini pernah dipenjara lantaran dikaitkan dengan G30S/PKI, penyebabnya karena ia adalah seniman Lekra.
Latar belakang Sudharnoto sendiri cukup unik. Dikenal sebagai seniman musik di zaman Orde Lama, dirinya merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hal ini tak lepas dari kedua orang tua Sudharnoto yang ternyata piawai memainkan beragam alat musik seperti gitar, seruling, dan biola.
Kemampuan Sudharnoto dalam musik pun semakin berkembang hingga kemudian mengisi siaran musik RRI. Dirinya juga didapuk sebagai pengisi acara khusus dengan tajuk “Hammond Organ Sudharnoto”. Pada tahun 1956, Sudharnoto bersama rekannya yang bernama Prahar menciptakan lagu Mars Pancasila dan kemudian menjadi Garuda Pancasila.
Sayang, pecahnya peristiwa G30S/PKI pada 1965 membuat karir Sudharnoto sebagai seniman tersendat. Kiprahnya di Lekra pun terhenti karena organisasi tersebut dicap ‘kiri’ lantaran terkait dengan gerakan komunisme. Ia dipecat dari RRI dan menjadi tahanan politik di Rumah Tahanan Chusus (RTC) Salemba.
Tercatat, Sudharnoto berhasil Piala Citra untuk tata musik terbaik pada 1980 lewat film Kabut Sutra Ungu, Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa, tahun 1983 pada film R.A. Kartini, dan film Amrin Membolos (1996). Pada 11 Januari 2000 di Jakarta, pencipta lagu Garuda Pancasila itu tutup usia.
BACA JUGA: Siapa Sangka Ternyata Lagu Nasional Kita Pernah Dijiplak Lho, Ini Buktinya!
Meski nama Sudharnoto sempat luntur di zaman Orde Baru, lagu Garuda Pancasila ciptaannya tak habis termakan zaman. Bahkan hingga Soeharto lengser dari kekuasaannya pada 1998 silam, Garuda Pancasila telah berkumandang hingga kini dan menjadi salah satu lagu-lagu nasional.