Saat berbagi kepada sesama, para dermwan biasanya merasa senang telah ikut membantu meringankan beban orang lain. Sumbangan berupa uang pembangunan panti yatim piatu, galang dana kemanusiaan, dan lainnya. Lain halnya dengan nenek di Magelang yang justru harus meratapi nasibnya. Bukannya senang, dirinya justru sedih karena telah tertipu janji pemuka agama gadungan.
Entah apa yang ada dalam pikiran nenek usia 78 tahun ini, hingga berani memberikan kartu ATM dan beserta PIN kepada orang yang mengaku pemuka agama. Bagaimana kisah selengkapnya? Dan apa yang membuat nenek tersebut mau menuruti perintah mereka? Simak ulasan berikut.
Mengaku pendeta menggalang dana bangun gereja
MJS (78) adalah seorang nenek yang tinggal di kampung Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Kala itu, tepatnya pada 1 Juli 2021 di depan kantor pos Jalan A Yani, Magelang Tengah, 4 orang yang mengaku sebagai pendeta melakukan aksi galang dana untuk pembangunan gereja. MJS diminta mentransfer uang dengan iming-iming imbalan. Diduga tertipu, MJS tak segan memberikan kartu ATM dan PIN kepada para pelaku.
Pelaku diduga melakukan hipnotis pada korban
Wakapolres Magelang Kota Kompol Supriyadi mengatakan, jika ada dugaan para pelaku melakukan hipnotis sehingga korban dengan mudahnya terperdaya. Para pelaku pun telah ditangkap. Mereka adalah AM (54) asal Sulawesi Selatan, SS (48) asal Jakarta Utara, SD (52) asal Kalimantan Barat, dan II (51) asal Sulawesi Tengah. Keempatnya ditangakap di daerah Cipanas, Kecamatan Terongong Kalur Garut.
Penipuan berkedok agama kerap terjadi
Bukan hanya nenek MJS yang jadi korban penipuan berkedok agama. Salah satunya dialami oleh nenek Suminah (63), yang ditipu oleh seorang habib gadungan. Kejadian tersebut berlangsung di tepi Jalan Sunan Ampel Pasuruhan. Saat itu, pukul 05:00 WIB, Suminah melakukan kegiatan rutin salat Subuh, kemudian berjalan-jalan di sekitar Perumnas Bugul Permai. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dan bertanya alamat pada Suminah.
BACA JUGA: Dokter Gadungan Beraksi 15 Tahun Tanpa Ketahuan, Praktik di Kapal dan Kontrak Rp600 Juta
Kejadian penipuan berkedok agama sudah marak terjadi di Indonesia. Oleh karenanya, perlu kewaspadaan tinggi saat menemui orang-orang yang mencurigakan atau menawarkan sesuatu secara tiba-tiba.