Ada banyak cara untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Tak perlu jauh-jauh di tempat lain. Cukup berbekal kepekaan dan kepedulian akan potensi di sekitar kita, semuanya bisa menjadi sesuatu yang berharga jika diusahakan dengan benar. Hal inilah yang coba diterapkan oleh Sugeng Handoko.
Berkat kegigihan dan kreatifitasnya, ia sukses memberdayakan lingkungan sekaligus masyarakat sekitar lewat wisata alam Nglanggeran. Bukan perkara gampang untuk menyulap kondisi di sekitar tempat tersebut. Selain tantangan berupa kondisi alam yang tandus, masalah justru bermunculan dari warga lokal sendiri.
Tantangan lainnya adalah, tingkat urbanisasi di Desa Nglanggeran termasuk cukup tinggi. Para pemudanya lebih tertarik bekerja di luar kota dibanding bersusah payah mengembangkan potensi di tempat asalnya. Seiring berjalannya waktu, Sugeng yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Bukit Putra Mandiri di Desa Nglanggeran, mulai mengorganisasi anak-anak mudanya.
”Bagi masyarakat yang tinggal turun-temurun di Nglanggeran, kondisi alam di sini dianggap biasa saja, tidak menarik. Persepsi itulah yang coba kami ubah,” kata sarjana teknik industri dari Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, yang dilansir dari travel.kompas.com.
Setelah sosialisasi dengan penduduk setempat, ia dan teman-temannya giat mempromosikan keindahan alam Gunung Api Purba Nglanggeran, termasuk menyebarkan brosur ke sekolah-sekolah. Alhasil, Nglanggeran yang dulu bukan apa, kini menjadi tujuan wisata baru. Tak hanya sekedar menawarkan keindahan alam dan trekking menantang ketinggian gunung, Sugeng dan kawan-kawannya juga menawarkan beragam paket wisata. Salah satunya adalah menginap di kawasan wisata dan melakukan beragam kegiatan. Seperti kegiatan bertani, membuat kerajinan, dan berlatih kesenian lokal.
Keberadaan wisata alam Nglanggeran, membawa dampak dan perubahan sosial yang kentara dirasakan oleh masyarakat. Dikutip dari travel.kompas.com, pada 2014, Pokdarwis Nglanggeran mendapatkan penghasilan cukup banyak, yakni Rp 1,4 miliar. Padahal, tahun sebelumnya, pemasukan dari wisata hanya Rp 424 juta. Selain itu, dampak ekonomis lainnya adalah pemasukan tambahan bagi warga yang membuka warung makan dan homestay di lokasi wisata.
BACA JUGA: Kisah Pemuda Boyolali yang Sukses Menembus Persaingan di Perusahaan Teknologi Dunia
Keberhasilan Sugeng Handoko di atas, merupakan bukti nyata kesuksesan yang datang berkat kepedulian dan kepekaan terhadap masalah sosial di sekitarnya. Begitu pun dengan kita, tak perlu memulai dari hal yang rumit dan sulit dijangkau jika ingin sukses. Cobalah dimulai dari masalah yang ada di sekitar kita. Pikirkan, rancang dan kembangkan. Selamat mencoba Sahabat Boombastis!
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…