Fenomena utang di kalangan masyarakat kita kadang selalu menyajikan drama. Entah yang utang lebih galak, sampai berupaya memenjarakan orang yang sudah dipinjaminya uang seperti kasus yang belakangan ini tengah jadi perhatian. Ceritanya ada seseorang yang kesulitan menagih uangnya, sampai akhirnya bikin story. Kemudian, story tersebut dianggap mencemarkan nama baik dan diproses pengadilan. Sedih deh…

Di masa sekarang di mana seseorang bisa saja berbuat nekat karena uang, kita harus selalu berhati-hati ketika memberikan pinjaman. Paling penting adalah ketahui siapa dan bagaimana latar belakang si pengutang. Jangan sampai niat baik ingin membantu berubah jadi emosi bahkan jeruji besi gara-gara salah kasih pinjam.

Untuk membantumu ke jalan yang benar soal utang, berikut ini jenis-jenis orang yang sebaiknya dihindari jika mereka ingin meminjam uangmu.

Punya riwayat buruk soal utang

Sebelum kamu meminjami seseorang uang, pastikan mengetahui bagaimana riwayatnya terkait utang. Kamu bisa menanyakan kepada mereka yang pernah diutangi orang tersebut. Sebisa mungkin tanya lebih dari satu orang biar kamu dapat kesimpulannya. Nah, seandainya bermasalah, tentu lebih baik ditolak. Tapi kalo sebaliknya ya rasa-rasanya cukup aman.

Yang punya utang ogah bayar

Tapi bagaimana jika ada seseorang yang mendadak meminjam uang dan kamu belum tahu riwayat utangnya? Tentu saja minta waktu dan selama itu kamu cari tahu riwayatnya dulu. Mau ngutangin saja kok ribet begini? Lho ini mending daripada kamu terlanjur memberi pinjaman tapi yang bersangkutan ternyata punya riwayat ogah balikin.

Suka menghilang tiba-tiba

Pernah nggak sih kamu menemukan seseorang yang tiba-tiba jadi akrab atau intens ketemu ternyata mau pinjem duit dan setelah diutangi kemudian menghilang? Rasa-rasanya lazim yang begitu itu dan memang sudah banyak korbannya. Dulu awal-awal kok orangnya mondar-mandir di depan muka, begitu mau ditagih langsung semedi di Alas Purwo.

Ketika ditagih utang langsung ilang

Jika ada seseorang yang ingin meminjam uangmu dan kamu tahu kalau sifatnya suka ilang-ilangan begitu, memang lebih baik ditolak. Atau kamu akan kesal dan capek sendiri ketika menagihnya nanti. Memang sih akan dibayar, tapi bisa bertahun-tahun kemudian di mana kadang nilai uang sudah berubah.

Temperamen dan pendendam

Adalah lazim di zaman sekarang di mana orang utang lebih galak daripada yang punya duit. Bahkan kadang perlawanannya nggak hanya secara verbal, tapi fisik seperti yang pernah dialami seorang penagih keliling viral beberapa tahun lalu itu. Duh, kasihan kalau ingat kejadian itu.

Ditagih utang tapi galak [sumber gambar]
Kalau kamu tahu calon peminjam uangmu adalah orang yang emosinya diobral, sebisa mungkin jangan lepaskan duitmu. Tidak apalah dikatakan pelit, tapi toh tidak akan makan hati nantinya. Karena begitu uangmu kamu lepaskan ke orang yang bersangkutan, maka silakan berjuang keras menagihnya. Silakan juga mengalami kejadian di mana segala akses komunikasi dengannya tiba-tiba putus waktu kamu menagihnya.

Kemampuan bayarnya meragukan

Memberikan utang tentu harus melihat siapa yang meminjam, dalam hal ini adalah kemampuan membayarnya. Janganlah mengasih seseorang pinjam Rp100 juta jika sehari-harinya saja makan masih susah. Jika nekat bisa-bisa uang tidak akan kembali, atau bakal dibayar melalui cicil dalam waktu yang sangat lama.

Lihat kemampuan bayarnya [sumber gambar]
Penting untuk mengetahui background finansial calon pengutang, tujuannya demi memberikan keyakinan bahwa si peminjam bisa mengembalikan uangnya. Tentu tidak harus tahu detail sampai ke mana saja pengeluarannya, bisa dengan melihat apa yang dimiliki. Misalnya kalau ada mobil, boleh lah kasih pinjam sampai Rp20 juta dan sebagainya.

Berbohong dan malah pamer

Orang yang punya tabiat bohong juga jangan pernah dipinjami uang. Alasannya apalagi kalau bukan dia bakal berkelit setengah mati ketika ditagih. Bilangnya seminggu lagi, eh ternyata sebulan. Bilang sebulan, ternyata empat bulan. Begitu terus sampai Rafathar ngevlog sendiri gantikan bapaknya.

Utang tapi shopping [sumber gambar]
Selain bohong, tukang pamer juga jangan dipinjami uang. Fenomenanya adalah orang yang berutang kadang gayanya melebihi yang punya duit. Di Whatsapp atau Instagram story pamer liburan, beli makan mahal, atau beli gadget baru, pas ditagih eh bilangnya nggak punya duit. Lha itu hasil pamer dapat dari mana? Situ punya outsource tuyul apa bagaimana?

BACA JUGA: Ironisnya Pinjam Meminjam Zaman Now, Si Empunya Utang Lebih Ganas dari Penagihnya

Berhati-hati memilih siapa yang dipinjami adalah hal yang sangat bijak dilakukan. Memang mungkin sedikit ribet, tapi ini demi jaminan uang kembali. Kecuali hatimu terbuat dari emas di mana setiap utang yang kamu berikan diiklaskan begitu saja. Tapi kalau bisa begitu pahalamu nggak karuan banyaknya.