Sebagai negara yang punya banyak sekali suku, tentunya ada banyak pula adatberbeda dari setiap daerah. Dalam budaya masyarakat Batak misalnya. Masyarakat yang mendiami Sumatera Utara ini percaya jika kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia. Justru, mati adalah proses di mana seseorang akan mencapai sebeuha kesempurnaan.
Dari itu, ada tradisi tersendiri yang dilakukan agar mereka yang meninggal bisa mencapai maqam sempurna. Tradisi ini dinamakan Mangokal Holi, di mana leluhur yang sudah meninggal nantinya digali kuburnya saat sudah menjadi tulang belulang. Tulang ini nantinya dipindahkan ke tempat yang lebih bagus dan mewah.
Dalam praktiknya, tulang belulang keluarga atau kerabat yang meninggal akan diambil, dicuci bersih, kemudian dikumpulkan dalam sebuah peti. Tulang yang sudah bersih nantinya akan dikubur kembali ke dalam tugu yang lebih besar. Proses ini memakan waktu berhari-hari. Pada malam harinya, acara Mangokal Holi akan disemarakkan dengan kebaktian. Kebaktian di sini adalah dendangan musik-musik gondang (musik khas Batak) dengan harapan Tuhan merestui pelaksanaan Mangokal Holi keesokan harinya.
BACA JUGA: Sama Seperti Pesta Pernikahan, 4 Upacara Kematian di Indonesia Ini Tak Kalah Mahal
Lantas, apa maksud dari adanya Mangokal Holi ini? Ternyata, Sahabat, mendapat limpahan berkat, berupa banyak keturunan, panjang umur, dan kekayaan.Mangokal Holi juga dipercaya bisa mengangkat martabat dan derajat sebuah marga karena mereka memuliakan nenek moyang yang sudah meninggal mendahului mereka. Selain itu, tugu (tambak) yang semakin indah akan menjadikan seorang yang telah meninggal tersebut semakin mulia.