Dari nama-nama pemain naturalisasi yang selama ini dipanggil bisa dibilang belum banyak yang mampu beri kontribusi untuk Timnas. Seperti contohnya Ilija Spasojevic pemain Bali United asal Montenegero baru bisa cetak satu gol saja. Keringnya keran gol ini sangatlah berdampak pada produktifitas Timnas dalam urusan membobol gawang lawan. Tak jarang berkat hal tersebut Indonesia gagal menang meski menguasai jalanya pertandingan.

Apabila kondisi seperti ini dibiarkan jelas akan merugikan Tim Merah Putih. Sebagai pelatih Luis Milla sudah waktunya untuk melirik nama pemain naturalisasi lainnya. Dari nama-nama ada banyak pemain yang memiliki kemampuan bagus. Bahkan mereka juga cocok digunakan dalam skema Timnas. Lalu siapa sajakah mereka? Simak ulasannya berikut.

Penyerang Madura United berdarah Nigeria

Greg Nwukolo [Sumber Gambar]
Sebagai sebuah tim kasta atas Indonesia, Madura United bisa dikatakan memiliki skuad yang berisi pemain yang mumpuni. Salah satunya adalah Greg Nwukolo, pesepakbola naturalisasi asal Nigeria. Penyerang satu ini bisa dikatakan memiliki kemampuan olah bola yang di atas rata-rata. Mantan pemain Persija itu juga adalah pencetak gol yang handal. Meski terkadang sedikit egois, namun naluri striker amatlah kuat. Hal ini dibuktikan lewat gol-gol saat berseragam tim pulau garam. Jadi akan sangat baik apabila pesepakbola penuh talenta masuk untuk Timnas. Kemampuannya bisa membuka ruang atau lakukan soloran dapat jadi pemecah kebuntuan.

Beto Goncalves naturalisasi Brasil yang memiliki kemampuan bagus

Beto [Sumber Gambar]
Seperti dengan Greg tadi, Beto Goncalves juga mempunyai kemampuan hebat sebagai seorang penyerang. Hal ini dibuktikan dengan beberapa gelar top skor yang sudah disabetnya. Tidak hanya itu saja, dirinya juga memiliki skill olah bola yang mumpuni. Bahkan kecepatan yang dimiliki kerap sekali mengobrak-ngabrik pertahanan lawan. Lalu dimana kecocokan Beto untuk main di Timnas? Kita bisa lihat gaya bermainnya yang tak liar dan rajin bergerak. Hal tersebut akan membuat Timnas lebih mudah untuk menciptakan peluang. Ditambah lewat skema bola pendek kelebihan itu akan sangat berguna untuk menjawab permasalahan gol Tim Merah Putih.

Ezra Walian pemain liga Belanda yang terus berkembang

Ezra [Sumber Gambar]
Nama selanjutnya yang cocok untuk di coba Luis Milla adalah Ezra Walian. Pemain berdarah Belanda yang terus berkembang bersama klub Almare City. Meski sempat gagal bersinar saat SEA Games lalu, tapi bakat hebatnya tidak bisa untuk di pungkiri. Apabila melihat sekarang pun pria bertumbuh tinggi ini juga alami perkembangan yang bagus dengan mulai dipercaya bermain reguler. Pemanggilannya jelas akan memberi keuntungan untuk Tim Merah Putih. Pasalnya dirinya tidak akan perlu melakukan adaptasi lagi, lantaran sudah sering ikut pelatnas Timnas Indonesia.

Herman Zumafo Efandi striker murni bisa bantu Timnas

Dzumafo [Sumber Gambar]
Nama Herman Zumafo memang tidak banyak di lirik oleh pelatih Timnas. Tapi apabila melihat kemampuan dan naluri golnya dirinya sangat bisa menjadi pemecah masalah sini depan selama ini. Sebagai penyerang, pria bertubuh besar ini sudah amat kenyang dengan pengalaman. Banyak klub tanah air sudah pernah disinggahinya. Hal yang menjadikannya ia cocok untuk di coba Timnas adalah kemampuannya finisingnya yang bisa dikatakan bagus. Bahkan dirinya acap kali menjadi pesaing Cristian Gonzales dalam memburu gelar top skore beberapa tahun lalu.

Duo Bali United bisa menjadi sebuah alternatif lain

Irfan dan Lilipaly [Sumber Gambar]
Selain nama-nama penyerang Naturalisasi tadi, Luis Milla juga bisa memanfaatkan dua pemain Bali United berdarah Belanda. Meski tidak berposisi sebagai ujung tombak, namun Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly bisa jadi opsi mencetak gol dari lini kedua. Atau bahkan bisa mengoptimalkan permainan tanpa penyerang ala Spanyol di Final Euro. Dengan hal tersebut juga Timnas bisa memberikan peluang sebesar-besar untuk penyerang lokal unjuk diri.

Dari berbagai nama-nama ini jelas mempunyai kemampuan yang mumpuni untuk jawab masalah Timnas selama ini. Meski tidak gampang merealisasikan di atas lapangan, tapi mereka dapat menjadi opsi untuk menentukan komposisi terbaik. Semakin banyak mencoba akan pastinya akan baik untuk perkembangan tim merah putih.