Seperti halnya makanan yang memerlukan juru masak handal untuk bisa hidangkan kudapan enak. Kehebatan Lalu Muhammad Zohri di dunia atletik juga tidaklah bisa dilepaskan dari sosok pelatih. Meski kehadirannya hanya menyumbang beberapa persen untuk capaian hebat pria Lombok tersebut, namun tanpa polesannya besar kemungkinan Zohri tidak se-cemerlang ini. Seperti telah banyak diketahui, di tiga kejuaraan manca pemuda 18 tahun selalu sukses tembus 3 besar.

Kembali terkait pelatih Lalu Muhammad Zohri. Mungkin nama Eni Nuraeni Sumartyo masihlah jarang terdengar. Bahkan dirinya terlihat tenggelam di antara prestasi hebat pemuda asal Lombok tersebut. Kendati begitu, perempuan berkacamata ini bukanlah sosok sembarang. Selain sukses poles Zohri jadi sprinter handal, ia juga sempat dianugerahi penghargaan sebagai seorang pelatih. Dan berikut beberapa hal terkait Eni Nuraeni, yang bisa membuatmu kenal dengan beliau.

Pelatih lari yang berasal dari cabang olahraga renang

Meski saat ini menjadi pelatih untuk para pelari jarak pendek nasional, namun bila menarik sejarah ke belakang ternyata Eni Nuraeni bukanlah orang yang asli berhasil dari cabang ini. Hal ini lantaran, perempuan berhijab ini dahulunya adalah seorang perenang.

Ilustrasi atlet renang di Asian Games 1962 [Sumber Gambar]
Ketika masa-masa menjadi atlet, Eni pernah membuat bangga negara dengan sukses menyumbangkan medali perak serta perunggu di ajang Asian Games 1962 di Jakarta. Saat itu, dirinya turun pada nomor yang tergolong tidak mudah yakni estafet gaya ganti putri dan estafet gaya bebas.

Sudah abdikan diri di dunia lari dalam jangka waktu lama

Masih terkait coach Eni, dalam perjalanannya perempuan 27 tahun bukanlah ‘bocah kemarin sore’ di cabang atletik. Dilansir Boombastis dari Pikiran Rakyat.com, pelatih Zohri ini sudah abdikan diri di cabor tersebut selama 34 tahu. Di mulai pada 1985, sudah banyak pelari-pelari hebat yang sukses ditelurkannya.

Aksi Eni melatih Zohri [Sumber Gambar]
Mulai dari Ahmad Sumarsono Sakeh, Suryo Agung Wibowo, Lalu Muhammad Zohri,sampai Ongky yang kini jadi pelatih atlet Emilia Nova. Tidak berhenti disitu saja, beberapa anak didiknya juga berhasil banyak gelar. Contohnya adalah ketika Suryo Agung Wibowo yang pernah ciptakan rekor lari nasional dan Asia Tenggara. Lalu antarkan tim estafet putra meraih medali perak Asian Games 2018.

Sosok pelatih yang memiliki metode unik ketika mempoles anak didiknya

Kiprah Eni Nuraeni Sumartyo sendiri dalam dunia ini, sebetulnya meneruskan jejak dari suaminya. Di mana kekasihnya terbut yakni Sumartoyo Martodihardjo merupakan orang lama dalam Atletik. Berkat hal tersebut, mantan perenang ini akhirnya mengambil kursus kepelatihan IAAF hingga level 2.

Eni dengan para anak didiknya [Sumber Gambar]
Dalam kiprahnya menjadi seorang pelatih, Eni terkenal menjadi sosok yang mempunyai cari unik ketika melatih anak didiknya. Seperti diberitakan Detik.com, perempuan 72 tahun ini acap kali menggunakan pendekatan asyik kepada para atletnya. Selain itu, Eni juga kerap langsung turun lapangan untuk mencontohkan dan membuat komunikasi dengan anak didiknya seperti ibu dan anaknya.

Merupakan sosok yang sempat dinobatkan terbaik se-Asia

Ngomong-ngomong tentang Eni Nuraeni Sumartyo, kiprahnya di olahraga tersebut diam-diam tidak hanya hasilkan atlet jempolan saja lho sobat Boombastis. Lebih dari hal tersebut, Eni juga sempat dianugerahi penghargaan bergengsi. Di mana perempuan berkacamata ini pada tahun 2018 lalu, dinobatkan sebagai pelatih terbaik se-Asia tahun 2019.

Eni menerima penghargaan [Sumber Gambar]
Jauh sebelumnya, penghargaan dari AAA (Asian Athletics Association) pada 2006 menjadi piala pertama diraih perempuan 72 tahun ini ketika menjadi pelatih. Menurutnya yang dikutip dari CNNIndonesia.com, penghargaan tersebut seperti mimpi diraihnya.

BACA JUGA: 5 Gaya Nyentrik Pelatih Sepak Bola Indonesia yang Takkan Kamu Temui di Luar Sana

Itulah tadi, beberapa hal sekilas sosok hebat di balik layar Lalu Muhammad Zohri. Berkaca dari hal tersebut, memang bisa dikatakan peran pelatih untuk kesuksesan atlet sangatlah besar. Pasalnya, dengan pelatih hebat SDM berpotensi akan semakin jempolan, sedangkan yang biasa bisa dipoles jadi hebat. Masih berbicara tentang hal ini, kira-kira siapa pelatih idolamu sobat?