Virus corona yang dinyatakan menjadi pandemi global oleh WHO, kini membuat banyak negara di dunia melakukan serangkaian antisipasi demi mencegah tersebarnya wabah tersebut di wilayahnya. Tak terkecuali Israel dan Palestina, kedua negara yang sebelumnya terlibat konflik itu untuk sementara menghentikan tensi konfliknya.

Masing-masing pihak dengan kebijakan yang ada, berusaha semampunya agar virus corona tidak menyebar di wilayah negara masing-masing. Mulai dari menutup perbatasan, hingga kedua otoritas berwenang Israel dan Palestina melakukan kerjasama. Sejenak melupakan tensi panas dan konflik yang kerap terjadi selama ini.

Kedua negara kompak menutup akses demi mencegah tersebarnya virus corona

Baik Israel maupun Palestina, kedua belah pihak sepakat untuk menutup akses ke lokasi-lokasi yang selama ini kerap dikunjungi oleh banyak orang. Salah satunya adalah gerbang masuk ke Kota Betlehem yang di dalamnya memiliki Gereja Betlehem. Penutupan lokasi yang dibangun di tempat kelahiran Yesus tersebut diperkirakan sampai 20 Maret 2020.

Ilustrasi penutupan akses oleh otoritas berwenang [sumber gambar]
di lapangan, kedua negara berbagi tugas dalam membatasi akses tersebut. Diketahui, pemerintah Israel telah menutup jalan yang menuju ke Betlehem. Sementara itu, otoritas Palestina mengunci Gereja Betlehem selama dua minggu. Tak hanya itu, kedua negara juga menolak wisatawan asing yang untuk masuk ke kota masing-masing.

Membatalkan acara-acara penting selama masa darurat virus corona

Mewabahnya virus corona juga membuat pemerintah kedua negara membatalkan sejumlah acara-acara penting, seperti Marathon Palestina hingga latihan militer bersama antara Israel dan Amerika Serikat di Jerman. COGAT yang merupakan lembaga milik Israel, berkoordinasi dengan otoritas Palestina untuk mencegah penyebaran virus corona agar tidak semakin masif.

Ilustrasi petugas medis bersihkan virus corona [sumber gambar]
Tak hanya itu, peraturan keluar masuk ke dalam kota juga dilarang untuk warga Israel dan Palestina. Akses benar-benar dikunci saat itu. “Semua warga Israel dan Palestina dilarang memasuki atau meninggalkan kota,” kata Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataan resmi mereka yang dikutip AFP.

Terapkan kebijakan di masing-masing wilayah agar virus corona tak menyebar lebih jauh

Guna mencegah penyebaran virus corona di wilayahnya, pemerintah Israel diketahui telah menutup perbatasan dengan negara-negara sekitarnya, seperti Mesir. Termasuk meminta wisatawan asing agar keluar dari negara Yahudi tersebut. Bahkan, Israel juga memerintahkan agar pasukan militernya tidak keluar d ari wilayahnya, baik untuk bertugas maupun sedang liburan.

Ilustrasi menutup perbatasan di Jalur Gaza Palestina [sumber gambar]
Sementara di pihak Palestina, otoritas setempat juga mengikuti langkah yang dilakukan Israel dengan menutup seluruh perlintasan yang menuju ke dalam Jalur Gaza. Dilansir dari Middle East Monitor (16/3/2020), Menteri Dalam Negeri Palestina di Gaza juga menganjurkan warga agar tetap berdiam di dalam rumah. Kegiatan di tempat-tempat publik seperti sekolah dan universitas juga dihentikan sementara hingga akhir Maret.

BACA JUGA: Inovasi Hebat Israel Cegah Virus Corona di Negaranya, Sadap Telepon hingga Bikin Vaksin

Jalur Gaza menjadi satu-satunya wilayah Palestina yang hingga kini dinyatakan aman dari wabah virus corona. Sementara di Tepi Barat, ada 39 orang dilaporkan positif terjangkit Covid-19. Sementara pihak Israel menggunakan beberapa cara untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satunya melakukan penyadapan lewat telepon guna melacak penderita positif dari wabah Covid-19.