in

Ospek Jemur Mahasiswa 10 Jam Tanpa Ampun, Untirta Dikecaman sampai Berujung BEM Minta Maaf

Ospek merupakan kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini biasanya mulai diadakan semenjak penerimaan siswa baru di sekolah menengah pertama hingga jenjang universitas.

Baru-baru ini viral mengenai ospek dari salah satu kampus besar di Indonesia, yaitu Untirta. Ospek yang dilakukan pihak kampus, banyak mendapat kecaman dari para peserta melalui Twitter. Hal itu karena Untirta diduga melakukan perpeloncoan terhadap calon mahasiswa baru. Berikut adalah informasi selengkapnya.

Dijemur selama 10 jam

Kegiatan pra-ospek yang dilakukan Untirta menuai banyak sorotan setelah banyaknya cuitan di Twitter. Salah seorang peserta mahasiswa baru (maba), melampiaskan kekesalannya lewat Twitter lantaran dijemur selama 10 jam. Kegiatan dilakukan dari jam 7 pagi hingga 5 sore, tanpa adanya makanan dan minuman. Dari cuitan-cuitan tersebut, diketahui banyak peserta yang mimisan, kejang, hingga pingsan di lapangan. Panitia ospek juga diduga melakukan pelecehan verbal kepada para peserta.

Ilustrasi ospek dan cuitan viral di Twitter [sumber gambar]
Terdapat juga beberapa unggahan yang mengatakan bahwa adiknya selaku peserta ospek di Untirta, juga diburu-buru saat melakukan ibadah salat. Dari cuitan Twitter dengan akun @aimenasalma, para peserta ospek yang dikelompok-kelompokkan hanya diberi 1 botol air minum untuk diminum bersama. Padahal menurutnya, kondisi saat ini sedikit menghawatirkan lantaran adanya pandemi Covid-19 dan cacar monyet.

Tuai banyak kecamanan

Ilustrasi ospek dijemur di lapangan [sumber gambar]

Dari cuitan ramai di Twitter, para netizen mengecam aksi ospek Untirta tersebut. Beberapa orang tua peserta melarang anaknya untuk mengikuti ospek lanjutan di Untirta. Pihak kampus sudah menulis permintaan maaf melalui akun resmi media sosial di Instagram. Menurut  Presiden BEM KBM Untirta Ryco Hermawan, kejadian tersebut terjadi saat technical meeting (TM) pada Selasa (09/08/2022) untuk mengikuti kegiatan PKKMB, bukan pada saat ospek berlangsung.

Ilustrasi calon maba (mahasiswa baru) saat melakukan ospek [Sumber gambar]
Menurut Ryco, agenda pada hari itu adalah pengambilan video mozaik dan pemaparan materi. Kegiatan yang dilakukan di tengah lapangan tersebut diambil menggunakan drone. Diketahui bahwa perkiraan pengambilan video mengguankan drone tersebut adalah 2 jam, namun ternyata tidak sesuai estimasi. Pihak kampus akhirnya melaksanakan pertemuan bersama jajaran rektor dan pihak BEM, mereka memberikan permintaan maaf atas terjadinya hal tersebut.

Rektor sebut tidak ada izin masuk untuk kegiatan itu

Setelah berita ospek Untirta ramai dibicarakan, Rektor Untirta Profesor Fatah Sulaiman mengatakan tidak ada izin dari pihak kampus atas kegiatan tersebut. Dirinya juga tidak mengetahui adanya agenda TM tersebut. Rektorat juga sudah melakukan teguran keras terhadap panitia dan pihak BEM Untirta. Sedangkan mengenai dugaan kekerasan fisik maupun verbal, pihaknya mengatakan sudah menyusun SOP dan melaksanakan pelatihan agar tidak terjadi kontak fisik maupun verbal dengan calon maba.

pertemuan jajaran Rektor dan pihak BEM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten [sumber gambar]
Ryco mengatakan PKKMB pada tanggal 15-17 Agustus 2022, akan dilaksanakan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dengan menjaga etika dan nilai kemanusiaan. Ia juga mengatakan kejadian yang menimpa calon maba tesebut akan menjadi bahan evaluasi, agar tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Kasus ospek berujung petaka

Dari kasus ospek Untirta, tak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa kejadian ospek lainnya yang berujung petaka. Hal tragis tersebut menimpa Donny Maharaja dari Universitas Gunadarma. Sebagai calon maba, dirinya ternyata mendapatkan kekerasan fisik dari seniornya pada saat ospek hingga meninggal dunia pada 31 Agustus 2001.

Kasus meninggalnya Fikri saat ospek di kampus ITN Malang [sumber gambar]
Tak hanya itu, Fikri Dolas dari Institut Teknologi nasional (ITN) Malang juga mendapatkan kekerasan fisik oleh seniornya saat ospek hingga meregang nyawa pada 13 Oktober 2013. Nahas, Fikri meninggal pada saat kegiatan ospek masih berlangsung.

BACA JUGA: 5 Kasus Perpeloncoan Paling Kejam dan Berujung Maut di Dunia

Kisah tragis para calon maba tersebut hendaknya menjadi sebuah tamparan agar tidak bertindak berlebihan. Pasalnya, kegiatan ospek yang harusnya mendidik kini menjadi momok bagi banyak orang. Kegiatan ini harusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bukan menjadi tindakan perpeloncoan di kawasan sekolah maupun kampus.

Written by Terry

Cara Buat Sushi Mentai Rumahan, Praktis dan Murah Cuma Pakai Bahan yang Mudah Didapatkan

Karier Cemerlang, Camat Payakumbuh Timur Dimutasi Pasca Buat Konten Ala Citayem Fashion Week