Ospek merupakan kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini biasanya mulai diadakan semenjak penerimaan siswa baru di sekolah menengah pertama hingga jenjang universitas.
Baru-baru ini viral mengenai ospek dari salah satu kampus besar di Indonesia, yaitu Untirta. Ospek yang dilakukan pihak kampus, banyak mendapat kecaman dari para peserta melalui Twitter. Hal itu karena Untirta diduga melakukan perpeloncoan terhadap calon mahasiswa baru. Berikut adalah informasi selengkapnya.
Dijemur selama 10 jam
Kegiatan pra-ospek yang dilakukan Untirta menuai banyak sorotan setelah banyaknya cuitan di Twitter. Salah seorang peserta mahasiswa baru (maba), melampiaskan kekesalannya lewat Twitter lantaran dijemur selama 10 jam. Kegiatan dilakukan dari jam 7 pagi hingga 5 sore, tanpa adanya makanan dan minuman. Dari cuitan-cuitan tersebut, diketahui banyak peserta yang mimisan, kejang, hingga pingsan di lapangan. Panitia ospek juga diduga melakukan pelecehan verbal kepada para peserta.
Tuai banyak kecamanan
Rektor sebut tidak ada izin masuk untuk kegiatan itu
Setelah berita ospek Untirta ramai dibicarakan, Rektor Untirta Profesor Fatah Sulaiman mengatakan tidak ada izin dari pihak kampus atas kegiatan tersebut. Dirinya juga tidak mengetahui adanya agenda TM tersebut. Rektorat juga sudah melakukan teguran keras terhadap panitia dan pihak BEM Untirta. Sedangkan mengenai dugaan kekerasan fisik maupun verbal, pihaknya mengatakan sudah menyusun SOP dan melaksanakan pelatihan agar tidak terjadi kontak fisik maupun verbal dengan calon maba.
Kasus ospek berujung petaka
Dari kasus ospek Untirta, tak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa kejadian ospek lainnya yang berujung petaka. Hal tragis tersebut menimpa Donny Maharaja dari Universitas Gunadarma. Sebagai calon maba, dirinya ternyata mendapatkan kekerasan fisik dari seniornya pada saat ospek hingga meninggal dunia pada 31 Agustus 2001.
BACA JUGA: 5 Kasus Perpeloncoan Paling Kejam dan Berujung Maut di Dunia
Kisah tragis para calon maba tersebut hendaknya menjadi sebuah tamparan agar tidak bertindak berlebihan. Pasalnya, kegiatan ospek yang harusnya mendidik kini menjadi momok bagi banyak orang. Kegiatan ini harusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan bukan menjadi tindakan perpeloncoan di kawasan sekolah maupun kampus.