Setiap anak yang lahir merupakan berkah untuk orang tuanya. Tentu, dari kalangan manapun seseorang lahir, ayah dan ibunya pasti memberikan yang terbaik untuk putra-putri mereka. Misalnya seperti pakaian yang bagus, sekolah favorit, hingga berbagai fasilitas lain agar si anak tak merasa berbeda dan malu kepada temannya. Kondisi ini kadang membuat orang tua harus mengalah dan rela melakukan apa saja asal anak mereka menjadi ‘seseorang’.

Nah, kali ini Boombastis.com akan bercerita tentang kisah orang tua asal Malaysia yang berjuang habis-habisan untuk anak mereka. Bahkan, suami-istri ini rela tinggal di tenda dengan anak-anak yang bisa sekolah hingga perguruan tinggi.

Cerita yang viral di facebook

1 Mei 2020 – Kecoh apabila kisah seorang pelajar UTM Skudai yang sedang mengikuti program Ph.D dalam jurusan…

Posted by Bro Misai on Friday, May 1, 2020

Kisah ini viral ketika dibagikan oleh akun facebook Bro Misai pada 1 Mei 2020 lalu. Adalah Radzuan dan istrinya yang berjuang keras demi pendidikan anak-anak mereka. Radzuan tinggal di sebuah rumah yang sudah tampak tak layak huni, atapnya terbuat dari terpal, dindingnya pun tampak sudah reyot. Di depan rumah juga terdapat berbagai macam barang bekas. Di sanalah, bersama 6 orang anaknya, Radzuan bertahan hidup.

Rumah warisan orang tua mereka

Tinggal di tenda [sumber gambar]
Kehidupan Radzuan ini diceritakan oleh adik kandungnya yang bernama Maznah. Rumah tersebut merupakan warisan ayahnya untuk Maznah sebelum sang ayah meninggal pada 2011 lalu. Rumah ini pun sebelumnya adalah rumah seperti kebanyakan –bukan yang beratap terpal. Namun, pada 2015, hunian tersebut kebakaran. Pada 2018, Maznah dengan senang hati memberikan lahan tempat berdirinya rumah kepada kakaknya Radzuan. Namun, beginilah kondisi saat ini, hunian tersebut tampak sudah sangat reyot.

Sekolahkan anak sampai perguruan tinggi

Rumah Radzuan [sumber gambar]
Siapapun dia, semua berhak mendapat pendidikan yang sama bukan. Meski hidup sangat pas-pasan, Radzuan tetap semangat menyekolahkan 6 orang anaknya. Anak sulungnya bahkan berusia 22 tahun dan sedang menempuh perkuliahan di Universitas di Gombak, Malaysia. Sedangkan dua adiknya lagi telah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah (SMA). Sementara, ketiga anak lainnya tengah duduk di sekolah dasar dan menengah pertama (SMP).

Penghasilan bulanan yang sangat pas-pasan

Kondisi Rumahnya [sumber gambar]
Kisah tentang keluarga Radzuan ini menjadi perbincangan di kalangan netizen Malaysia. Semua kepo dengan bagaimana mereka bertahan untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya di tengah terbatasnya ekonomi. Radzuan sendiri diketahui bekerja sebagai seorang buruh di perusahaan kelapa sawit. Gajinya pun diketahui hanya 1.20o Ringgit atau sekitar Rp4 juta per bulan. Sebelum viral, Radzuan pernah mengajukan permohonan agar dirinya mendapat Projek Perumahan Rakyat Miskin Tegar (PPRT) yang dikhususkan untuk rakyat miskin, hanya saja permohonan ini masih belum diterima oleh pemerintah.

BACA JUGA: Demi Biaya Kuliah Anak, Penyandang Tunanetra Ini Rela Makan Berhari-hari Tanpa Lauk

Untuk pendidikan anak-anaknya, orang tua pasti rela melakukan apa saja. Bahkan, mereka tak malu untuk tinggal di tempat sederhana atau mungkin makan seadanya demi pendidikan anak mereka, agar kelak menjadi seseorang. Maka dari itu, yuk sekarang ucapkan terima kasih untuk ayah dan ibu yang sudah berjuang mati-matian demi diri kita.