Setiap negara tentu memiliki senjata perang dengan kekuatan prima, yang mampu menghadang musuh memasuki wilayah negara. Indonesia, sebagai negara dengan rangking 12 militer yang paling ditakuti dunia ini, juga punya senjata misil terbaik bernama Oerlikon Skyshield MK-2.
Senjata dengan berbagai macam kecanggihan dan dikenal mematikan ini, menjadi yang terbaik milik Paskhas TNI-AU. Seperti apa spesifikasi dan fitur-fitur tercanggih senjata ini? Yuk simak!
Misil buatan Eropa
Melansir dari laman Militer.id, senjata milik TNI AU, misil Oerlikon Skyshield MK-2 ini ternyata dibeli dari pabrik Rheinmetall Air Defence di Swiss. Alutsista ini baru didesain dan dirancang pada tahun 2014 dan tiba di Indonesia melalui Pelabuhan Laut Dwikora , Pontianak. Oerlikon Skyshield MK-2 sendiri memiliki spesifikasi kecepatan tembak 1000 proyektil per menit, kecepatan proyektil mencapai 1440 meter per detik, dengan bobot 385 kg, panjang tubuh 4110 mm, dan kapasitas amunisi 240 peluru per magazien.
Jarak tembak sejauh 4 kilometer
Disebut senjata mematikan dan ditakuti, Oerlikon Skyshield MK-2 memiliki sistem kerja dengan jangkauan tembak sejauh 4 km, yang memungkinkan untuk mengahancurkan roket, mortar, dan benda lainnya. Dengan dua sistem radar, yaitu sensor unit dan satu command post, ia mampu menghadang semua sasaran yang berusaha kabur.
Simulasi latihan
Pada 16 Juli 2020, Denhanud 472 Paskhas di Sulawesi Selatan melakukan serangkaian simulasi latihan pada malam hari. Pada latihan tersebut, terdapat 1 Firing Unit yang terdiri dari Command Post, Sensor Unit dan 2 Meriam Udara Kaliber 35 mm dibantu dengan Rudal Manpad, Rudal Chiron dan Rudal QW-3. Latihan tracking malam tersebut dilakukan untuk mengasah kemmauan prajurit memahami karakteristik senjata Oerlikon Skyshield MK-2.
BACA JUGA: Antasena, Tank Boat Pertama di Dunia Sudah Masuk Media Luar Ternyata Buatan Indonesia
Kecanggihan Oerlikon Skyshield MK-2 ini bahkan telah didengar oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Ia mengaku kagum atas perkembangan militer Indonesia yang sangat cepat dalam 1 tahun belakangan. Tentunya ini memberi harapan baik bagi Indonesia agar mampu mempertahankan keutuhan wilayahnya.