Tampil cantik adalah kewajiban setiap orang, nggak hanya wanita lho. Saat ini justru makin banyak juga klinik yang dibuka untuk pria agar senantiasa menjaga penampilannya. Ngomongin tentang penampilan tentu nggak bisa lepas dari perkembangan fashion dan kosmetik yang ada dong. Mulai dari warna sampai bagaimana cara memakainya udah jadi semacam ‘kitab suci’ bagi perempuan yang ingin memperbaiki penampilannya dalam hal wajah dan juga skincare. Nah kalo ngomongin tentang make up, siapa yang sekarang nggak kenal dengan brand Wardah?

Mungkin kamu, pacarmu atau bahkan ibu kamu sendiri adalah pengguna dari kosmetik ini. Beberapa tahun belakangan nama Wardah memang akrab di telinga kita sebagai salah satu merk yang paling banyak dipakai, belum lagi banyaknya selebgram yang memakai brand ini. Kosmetik punya memang andil yang besar dalam dunia fashion maupun sektor ekonomi kecil lainnya. Tapi kamu tau nggak sih, ternyata perjalanan Wardah bisa besar sampai saat ini berkat kerja keras dari pendirinya yaitu Nurhayati Subakat. Gimana sih perjalanannya? Simak dibawah ini ya, Sahabat Boombastis!

Justru berawal dari karir sebagai apoteker, Nurhayati memulai perjalanannya dalam dunia kosmetik

Inilah sosok Nurhayati. [Sumber Gambar]
Ia lahir sebagai anak kedua dari delapan bersaudara, Nurhayati yang lahir dan tumbuh besar di Padang Panjang dan setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah ia hijrah ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Kecerdasannya membuat ia diterima sebagai apoteker di salah satu rumah sakit di kampung halamannya, setelah beberapa tahun menekuni karir di bidang farmasi, Nurhayati bekerja di perusahaan kosmetik “Wella” sebagai quality control.

Bukan bedak maupun lipstik, produk pertamanya adalah shampoo

Produk pertama milik Nurhayati. [Sumber Gambar]
Akrab dengan dunia make up yang ia dapat sebagai staff membuatnya ingin membuat produk sendiri, produk yang ia buat pertama adalah shampoo dengan merk “Puteri” ada yang masih ingat? Tak disangka shampoo brand ini tergolong sukses dan semakin membuat Nurhayati bersemangat bekerja dalam bidang kosmetik dan kecantikan. Ia membuat shampoo ini dibantu satu orang saja dan lalu mulai dijual ke salon-salon yang ada di Jakarta.

Setelah lima tahun, banyak cobaan menghadang salah satunya adalah kebakaran

Sempat terpuruk, kini ia bangkit lagi. [Sumber Gambar]
Meskipun mendapatkan aba-aba dari pasaran cukup bagus, bukan berarti usahanya berjalan mulus. Setelah Nurhyati berhasil membangun pabrik dibawah nama PT Pusaka Tradisi Ibu, tempat usaha yang ia jalani bersama karyawan-karyawannya ini justru ludes terbakar api. Sempat down karena kehilangan hampir semua asset yang ia miliki, berbekal pinjaman modal dari suaminya, Nurhayati kembali bangkit. Setelah membayar semua gaji karyawan ia kembali memulai usaha dari nol sampai akhirnya bisa besar seperti saat ini.

Tahun 2011 adalah tahun bersejarah karena perubahan nama PT dan makin banyak produk

Sosok perempuan inspiratif. [Sumber Gambar]
Tahun 1995 brand Wardah mulai ia produksi dengan market muslimah, dengan mengedepankan kualitas yang baik dan nilai halal pada produknya, brand ini berkembang pesat. Dari yang awalnya Nurhayati hanya mampu mempekerjakan puluhan orang, kini ia sudah punya puluhan ribu gerai yang tersebar hampir seluruh Indonesia. Tahun 2011 nama dari PT tempat brand ini tumbuh juga berubah, dari yang awalnya PT Pusaka Tradisi Ibu menjadi PT Paragon Technology and Innovation.

BACA JUGA: Perjalanan Panjang Nenek Terkaya di Indonesia yang Memulai Karirnya Sebagai Aparat Hukum

Walaupun jatuh bangun, perjuangan Nurhayati untuk keluarga dan bagaimana ia bisa bertahan tentu bisa kita tiru. Sebagai seorang perempuan yang juga punya tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga tidak berhenti membuatnya menyerah saat keadaan terpuruk. Justru Nurhayati bangkit dan bisa membuat usahanya memberi lapangan pekerjaan bagi puluhan ribu orang. Kira-kira bagian mana yang paling membuatmu terinspirasi? Komen yuk!