Sebelum pandemi Covid-19, barangkali tidak banyak di antara kita yang benar-benar mengenal sosok Nadjmi Adhani. Namanya belakangan santer terdengar karena terpapar Covid-19. Sempat menunjukkan kemajuan, ia juga berpesan agar masyarakat jangan sampai meremehkan virus yang telah merenggut ribuan nyawa di Indonesia.

Sayangnya, itu menjadi pesan terakhir dan upaya terbaik yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan warga lainnya dari virus asal Wuhan ini. Banjarbaru kehilangan salah satu pria dan pemimpin terbaiknya, karena Nadmi Adhani semasa hidup dikenal sebagai pemimpin yang peduli pada warganya.

Berikut ini Boombastis akan mengulas kiprah dan jasa-jasa Nadjmi Adhani selama menjabat sebagai Walikota Banjarbaru

Aktif memperjuangkan kehidupan masyarakat di tengah pandemic Covid-19

[Sumber Gambar]
Sebagaimana pemimpin daerah lainnya, Nadjmi Adhani aktif menggalakkan pengadaan fasilitas kesehatan bagi rumah sakit di Banjarbaru. Hal ini karena ia juga menyadari keterbatasan medis di wilayah tanggung jawabnya itu, sementara RSUD di wilayah tersebut cukup kewalahan menangani pasien yang terus bertambah. Oleh karenanya lulusan APDN Banjarbaru tahun 1991 ini memperjuangkan bantuan alat kesehatan pada Kementerian Kesehatan.

Mengembangkan UMKM

[Sumber Gambar]
Nadmi yang juga lulusan Jurusan Ilmu Pemerintahan UNDIP dan Jurusan Keuangan Daerah UGM ini, dikenal tangguh dalam mengembangkan UMKM di Banjarbaru. Karena memajukan Koperasi dan UMKM, tahun 2018 ia mendapat penghargaan Bakti Koperasi dan UKM RI. Di samping penghargaan itu, yang paling penting adalah dampaknya pada masyarakat yang memiliki unit usaha kecil dan menengah. Sehingga bidang tersebut bisa naik kelas dengan mendapat kesempatan berjualan dan promosi produk mereka yang lebih luas.

Peduli pada disabilitas, jadikan Banjarbaru Kota Inklusi

[Sumber Gambar]
Kepedulian lain Nadjmi Adhani adalah bagaimana ia memperhatikan seluruh elemen warganya, termasuk penyandang disabilitas. Di mana ia ingin Banjarbaru juga menjadi tempat yang nyaman tanpa perbedaan perlakuan pada mereka. Oleh karena itu aia membuat Perwali Nomor 9 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Peningkatan mutu pendidikan

[Sumber Gambar]
Kemajuan Banjarbaru juga dirasakan dalam mutu pendidikan di tangan pria kelahiran 27 September 1969 ini. Ia mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komputer. Karena hal ini, Nadjmi mendapat penghargaan KIHAJAR 2019 bersama 15 Kepala Daerah lainnya. Pelajar asal Banjarbaru baik yang ada di wilayahnya maupun yang sedang menuntut ilmu ke luar wilayah, merasa sangat kehilangan sosok pemimpin yang peduli pada pendidikan ini.

Satu lagi putra bangsa gugur di tengah perjuangan memerangi Covid-19. Kita sudah banyak mengalami kehilangan besar dari orang-orang di sekitar kita, untuk memahami betapa bahayanya pandemi ini. Namun demikian, masih banyak di antara kita yang melengahkan diri atau sibuk berpolemik dan berteori sambil remeh terhadap bahayanya Covid-19.

BACA JUGA: Kisah Penggali Kubur Korban Covid-19 di Indonesia, Kerja 15 Jam Sehari Selama Seminggu

Di akhir hayatnya, Nadjmi Adhani mengingatkan warga tercintanya untuk tidak lengah akan bahaya nyata Covid-19. Semoga usaha pamungkas itu menjadi salah satu ladang amal almarhum. Selamat jalan Nadjmi Adhani.