Putusan dari pemerintah Indonesia mengenai ‘agama’ memang menuai banyak pro dan kontra. Seperti penutupan warung makan di bulan puasa. Banyak yang setuju untuk menutup warung tapi juga tak sedikit yang menolak. Untungnya Indonesia adalah negara demokratis yang tidak akan mudah memutuskan sesuatu dengan sebuah kekerasan dan tekanan.
Berbeda dengan umat muslim Uighur yang berada di kawasan Xinjiang, Tiongkok. Mereka mengalami masa sulit bertahun-tahun dengan pemerintah setempat. Berikut ini Boombastis hadirkan ketidakadilan yang dialami para muslim Uighur yang mirisnya, merupakan buah tangan pemimpinnya sendiri.
1. Tindak Kekerasan dari Pemerintah
Uighur adalah umat muslim yang berada di kawasan Xinjian barat laut. Muslim Uighur merupakan orang minoritas yang tinggal bersama dengan agama lain yang ada di Tiongkok. Menurut beberapa sumber, Muslim Uighur ini sering menerima tindak kekerasan dari pemerintah setempat.
2. Larangan Berpuasa
Berita terbaru dari muslim satu ini adalah larangan dari pemerintah untuk berpuasa. Anggota partai, pegawai negeri, siswa, mahasiswa dan juga guru dipertegas untuk tidak melaksanakan ibadah puasa.
3. Buka Restoran Bakal Dapat Penghargaan
Tentunya larangan untuk menjalankan ibadah wajib ini mendapatkan reaksi keras dari warga Muslim Uighur. Banyak yang menolak mentah-mentah meskipun nyawa taruhannya. Tapi pemerintah setempat makin keras menanggapi reaksi Muslim Uighur.
4. Diharuskan Menjual Alkohol
Tidak berhenti disini, ketidakadilan lain juga muncul menghiasi bulan ramadan tahun ini. Pemerintah meminta kepada Muslim Uighur untuk mengucapakan secara verbal maupun tertulis bahwa mereka tidak memiliki keyakinan agama dan tidak akan menghadiri kegiatan religi.
Sungguh miris nasib Muslim Uighur ini, selain sebagai penduduk minoritas juga menerima perlakuan tidak adil dari pemerintah setempat. Kita mungkin lebih beruntung hidup di Indonesia dengan menjunjung tinggi nilai demokratis.
Meski ada putusan yang mengalami pro dan kontra, tapi tetap saja kita lebih beruntung dari mereka. Doakan saja semoga ada jalan yang baik bagi saudara muslim kita di manapun, agar bisa mendapatkan kemerdekaan dalam menjalankan ibadahnya.