African Renaissance Monument, Senegal (c) farm6.staticflickr.com
Sebuah monumen dibangun dengan berbagai fungsi dan tujuan tertentu. Biasanya monumen dibangun untuk mengenang suatu peristiwa atau tragedi yang terjadi di lokasi tersebut. Atau ada pula yang bertujuan untuk mempercantik tatanan kota. Biasanya monumen yang dibangun dengan tujuan memperindah wajah suatu kota adalah monumen dalam bentuk simbol keunikan kota tersebut.
Baca Juga :Raja Dan Ratu Paling Kejam Sepanjang Sejarah
Namun bagaimana jadinya jika pembangunan sebuah monumen malah menuai kritikan pedas dari warga? Hal ini sering kita jumpai tidak hanya di Indonesia saja pembangunan sebuah monumen malah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Mulai dari tokoh patung yang kontroversi, hingga filosofi monumen yang tidak mencerminkan kebaikan adalah beberapa alasan sebuah monumen menjadi kontroversial. Berikut ulasan monumen yang paling kontroversi di dunia.
Sebuah patung Che Guevara di bangun di La Higura, Bolivia sebagai bentuk penghormatan akan tokoh yang ada pada diri patung tersebut. Tokoh yang dibuat patung tersebut tidak lain adalah seorang revolusioner terkenal yang semasa hidupnya selalu memperjuangkan hak-hak orang miskin dan tertinggal di Bolivia.
Meski begitu banyak warga yang kurang suka akan tokoh ini karena dianggap memiliki cara yang keras dalam mewujudkan mimpinya ditambah filosofi hidupnya yang tidak lazim. Bagi orang-orang di La Higuera, Guevara tetap menjadi sosok pahlawan yang mereka banggakan. Bahkan pria ini memiliki julukan “Saint Ernestoa”. Tempat dibangunnya patung ini adalah tempat dimana Guevara ditangkap dan dieksekusi mati.
Sepintas tidak ada yang salah dari munumen yang dibangun di pinggiran kota Madrid ini. Namun ternyata banyak warga Spanyol yang kesal dengan bangunan monumen tersebut. Penyebabnya adalah monumen ini dibuat untuk seorang diktator yang sangat mereka benci. Meskipun tujuan dari pembangunan monumen ini adalah sebagai bentuk penghormatan atas meninggalnya korban perang saudara yang terjadi di Spanyol 80 tahun silam.
Seorang diktator Spanyol bernama Francisco Franco yang memerintahkan pembangunan monumen berbentuk salib dengan basilika besar dan beberapa patung manusia di sekitarnya. Monumen ini diberi nama Valley of the Fallen dan berada di pinggiran kota Madrid. Banyak warga Spanyol yang berdemo atas keberadaan monumen ini hingga akhirnya pada tahun 2011 pemerintah Spanyol mengevaluasi kembali keberadaan monumen ini.
Sebuah patung anjing yang berada di Taman Battersea, London ini sekilas tidak ada yang spesial sama sekali. Namun sejarahlah yang menjadikan monumen ini menjadi kontroversial. Patung anjing ini merupakan patung pengganti dari patung yang sebelumnya sudah dibuat di tempat itu. Dahulu di tempat itu ada patung anjing kecil yang menjadi simbol hewan sebagai percobaan medis khususnya di University College.
Patung yang asli dibangun pada tahun 1906 oleh sekelompok orang penentang penggunaan hewan dalam percobaan medis. Di bawah patung pun diberi plakat yang mengutuk mahasiswa pro pembedahan makhluk hidup di University College. Karena kesal dan malu, para mahasiswa kedokteran ini akhirnya menghancurkan patung tersebut dan menggantinya dengan monumen yang lebih manusiawi.
Pasti para traveler bingung saat pertama kali melihat patung perunggu 40 meter di Senegal itu. Patung yang menggambarkan seorang pria yang menggendong anak kecil dan merangkul seorang wanita dengan pakaian minim dan seksi ini menuai kritik tajam dari warga Senegal. Dialah Abdoulaye Wade, presiden Senegal yang membangun patung ini dengan biaya yang tidak sedikit.
Menurut dia patung ini menggambarkan kebangkitan kembali Afrika, namun sejak pembangunannya selesai digarap, monumen ini langsung menuai kontroversi di kalangan rakyatnya. Mereka menganggap monumen ini telah banyak membuang-buang uang untuk tujuan yang tidak jelas. Selain itu patung yang dibangun juga menampilkan seorang wanita setengah telanjang yang dianggap tidak pantas untuk dijadikan suatu ikon.
Den Barsboldt, seorang seniman patung Mongolia membangun sebuah monumen dari bata merah sebagai pengormatan kepada The Beatles pada tahun 2008. Ia menganggap bahwa meraka adalah tokoh yang mewakili kebebasan berdemokrasi. Namun pembangunan monumen ini tidak serta merta diterima warga Mongolia. Banyak kaum tua yang belum bisa menerima pembangunan monumen tersebut.
Alasannya dari penolakan terhadap monumen ini adalah bahwa Mongolia sudah terkenal dengan negara dengan budaya tradisional yang kental, cinta damai dan demokratis. Selain itu mungkin tidak masalah jika monumen The Beatles ini dibangun di Inggris atau negara mana saja di Eropa. namun monumen ini malah di bangun di Mongolia di mana grup musik ini kurang populer.
Baca Juga :Seram! 4 Pantai Indah Ini Jadi Gerbang Kerajaan Nyi Roro Kidul
Itulah 5 monumen yang menimbulkan kontroversi di dunia. Berbagai alasan melatar belakangi terjadinya pro dan kontra atas keberadaan monumen tersebut. Mungkin di daerah Anda juga terdapat monumen yang menimbulkan kontroversi di masyarakat? Share jawaban Anda di kolom komentar.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…