Setelah “berdiam diri” cukup lama, sosok Esemka kembali muncul ke permukaan seiring dengan kesiapan dari perusahaan tersebut untuk menelurkan produk otomotif buatannya. Dilansir dari otomotif.tempo.co, Produsen mobil Esemka, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) melakukan uji pasar untuk dua tipe kendaraannya, yakni pikap Bima 1.2 dan Bima 1.3.
Saat awal kemunculannya, keberadaan Esemka sempat mencuri perhatian khalayak ramai lantaran dipakai oleh Jokowi yang kala itu menjabat sebaga Walikota Solo, sebagai kendaraan dinasnya. Hingga beberapa tahun kemudian, sosoknya seolah tenggelam dan tak lagi terdengar. Dengan meluncurkan kendaraan komersial di pasaran otomotif Indonesia, seperti apas sosok Bima tersebut?
Sosok kendaraan niaga yang siap untuk dipasarkan
Dengan mengusung model kendaraan niaga ringan yakni pikap Bima 1.2 bermesin 1.243cc dan Bima 1.3 bermesin 1.298cc, kendaraan buatan PT SMK itu sudah mulai dipasarkan secara umum. Dilansir dari otomotif.tempo.co, model kendaraan yang telah lolos uji tipe yang disyaratkan oleh Kemenhub itu belum mengeluarkan pernyataan resminya terkait harga dan spesifikasi teknis yang diusung. Bisa dibilang, keberadaan Bima merupakan uji pasar yang bisa dimiliki dengan cara preoder.
Bakal bersaing ketat dengan merek otomotif ternama
Diproduksi di pabrik Esemka dengan kandungan dalam negeri yang mencukupi
Promosi kendaraan yang setengah hati?
BACA JUGA: H Sukiyat, Pelopor Mobil Esemka yang Kini Tak Lagi Dilibatkan Dalam Pembuatannya
Meski secara spesifikasi teknis belum diketahui, kesiapan Esemka hingga berani meluncurkan produknya di pasaran mobil Indonesia patut mendapatkan apresiasi. Namun yang jelas, bukan perkara mudah bagi Esemka untuk bertarung di segmen kendaraan niaga yang saat ini banyak didominasi oleh merek-merek pabrikan asal Jepang. Meski demikian, kita patut berbangga dengan adanya merek dalam negeri yang diharapkan bisa bersaing secara sehat dengan kompetitornya.