in

5 Mitos Sesat Tentang Pengisian Baterai Smartphone, Kamu Masih Percaya yang Mana?

Cara mengisi baterai handphone yang benar tidak pernah terungkap sampai sekarang. Karena, banyak berita yang simpang siur membahas tentang kasus ini namun tidak ada landasan pasti. Hal ini menyebabkan munculnya mitos-mitos tentang pengisian baterai yang sebenarnya itu adalah salah besar.

Berita keliru tersebut tidak hanya tersebar, tapi sudah termakan oleh masyarakat. Sehingga, mereka menerapkan mitos tersebut setiap hari tanpa menyadari kalau yang dilakukan sebetulnya tidak benar. Jadi, agar ke depannya tidak salah kaprah, maka setelah ini akan dijelaskan mitos apa saja yang sebenarnya keliru. Cekidot!

1. Jangan nge-charge baterai smartphone semalaman

Pernyataan jangan mengisi baterai smartphone semalaman memang menjadi bahasan utama di kalangan pengguna ponsel. Sebab, ada banyak kabar yang tersiar kalau mengisi dari malam sampai pagi bisa membuat baterai rusak. Apalagi jika dilakukan secara terus menerus, baterai akan bengkak dan risikonya harus membeli yang baru.

Tidak boleh mengisi baterai semalaman [Sumber Gambar]
Namun, ternyata hal ini sangat salah besar lho Sahabat Boom. Pengisian baterai semalaman tidak akan membuat baterai rusak ataupun dayanya cepat habis. Bisa begitu karena smartphone masa kini sudah diciptakan supaya dapat memutus arus listrik secara otomatis ketika sudah terisi penuh. Selain itu, baterai juga akan tetap aman jika charger yang digunakan adalah orisinal. Sehingga, bisa dipastikan kalau pernyataan pada poin ini adalah hoax.

2. Menggunakan smartphone saat diisi baterai itu berbahaya

Mitos kedua yang sering diperbincangkan adalah memakai smartphone pada saat pengisian baterai itu sangat berbahaya. Hal ini sering sekali dipercaya oleh beberapa pihak karena mereka menganggap jika itu dilakukan, smartphone atau baterai bisa meledak saat itu juga. Lalu, kejadian ini juga dikait-kaitkan dengan beberapa berita tentang orang meninggal yang penyebabnya adalah mengoperasikan hp pada saat mengisi baterai.

Tidak boleh menggunakan hp saat dicharge [Sumber Gambar]

Memang benar berita itu adalah fakta, tapi pernyataan larangan untuk memakai smartphone saat pengisian baterai itu tidak sepenuhnya benar. Meledaknya smartphone atau baterai pada berita itu dikarenakan komponen handphone yang dipakai adalah tidak orisinal. Komponen yang dimaksud adalah baterai, charger ataupun elemen di dalam smartphone. Jadi, tidak perlu khawatir ketika kita akan memakai smartphone pada saat baterai dalam kondisi di-charger. Namun, dampak lain yang akan diterima pengguna adalah smartphone membutuhkan waktu lebih lama dalam pengisian baterai. Lalu, ada hal yang perlu diingat yaitu jangan operasikan smartphone waktu diisi baterai ketika sudah dalam kondisi overheat atau panas berlebih. Dikhawatirkan, ponsel bisa eror atau yang paling parah adalah meledak.

3. Jangan isi baterai sebelum kosong, keliru!

Larangan mengisi baterai sebelum benar-benar kosong merupakan pernyataan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kebiasaan tersebut dianggap hal yang tabu karena baterai bisa berumur pendek dari usia seharusnya. Hal ini biasanya diutamakan untuk smartphone yang menggunakan baterai tanam.

Jangan isi baterai ketika dalam kondisi benar-benar kosong [Sumber Gambar]
Sebenarnya, mengisi baterai sebelum benar-benar kosong itu sangat dianjurkan lho. Lantaran baterai harus ada masa istirahatnya, supaya kinerjanya bisa lebih optimal lagi. Cara ini sangat disarankan dilakukan sebulan sekali. Sehingga mulai sekarang buang jauh-jauh pikiran kalau baterai tidak boleh diisi waktu keadaan benar-benar kosong.

4. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakan

Pengisian penuh pada baterai smartphone sudah merupakan kebiasaan setiap orang. Bahkan, orang-orang berpendapat kalau mengisi baterai sampai 100% bisa awet sampai beberapa jam ke depan. Lalu, pendapat lainnya jika tak mengisi sampai penuh, usia baterai tidak bisa bertahan lama.

Harus isi baterai penuh sebelum dipakai [Sumber Gambar]
Padahal, pemikiran tersebut sangatlah tidak benar adanya. Tidak ada penelitian yang membuktikan kalau baterai harus diisi penuh sebelum digunakan. Baterai bisa berjalan optimal kok walaupun di-charger hanya sampai 80 atau 90%. Untuk masalah daya cepat habis karena tidak diisi penuh, itu tergantung dari pemakaian si empunya smartphone. Selain itu, bisa juga karena baterai sudah mengalami kerusakan sejak lama.

5. Ponsel baru harus di-charge terlebih dahulu sebelum digunakan

Mitos terakhir yang sering kita percayai adalah ponsel baru harus di-charge dahulu sebelum akhirnya digunakan. Tak jarang banyak orang yang sampai sekarang melakukan hal tersebut. Bahkan, handphone akan diisi sampai delapan jam lamanya.

Ponsel baru harus diisi selama 8 jam [Sumber Gambar]
Mulai sekarang, mitos itu sudah tidak berlaku lagi. Karena, baterai pada smartphone saat ini sudah diciptakan secara canggih, sehingga tidak dibutuhkan lagi yang namanya pengisian sampai berjam-jam lamanya. Kalau kita membaca di buku panduan smartphone, baterai cukup diisi sampai penuh saja dan handphone bisa digunakan setelah di-charge.

Itulah pernyataan yang sering dipertanyakan oleh masyarakat umum. Ternyata, hal-hal di atas hanyalah mitos belaka. Berkat kecanggihan baterai yang ada saat ini, secara tidak langsung membuat mitos-mitos di atas terhapus dengan sendirinya. Jadi, buang jauh-jauh mitos yang masih Sahabat Boom lakukan sampai saat ini.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Aksi ‘Curhat’ Guru Tentang Kelakuan Kocak Murid Ini Dijamin Membuatmu Senyum Sendiri

Belajar dari Kisah Kakek Tajuddin, Nikah Seharusnya Nggak Bikin Miskin Mendadak